Dark/Light Mode

Pemakaman Khamenei Dihadiri Jutaan Orang

RI, Rusia, China, Saudi Kirim Delegasi, AS Tidak

Senin, 6 Juli 2026 07:40 WIB
Para pelayat berkumpul di Kompleks Grand Mosalla, Teheran, Iran, Minggu (6/7/2026), menjelang prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Prosesi penghormatan terakhir dijadwalkan berlangsung selama enam hari. (Foto: Dok. Iran-Indonesia)
Para pelayat berkumpul di Kompleks Grand Mosalla, Teheran, Iran, Minggu (6/7/2026), menjelang prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Prosesi penghormatan terakhir dijadwalkan berlangsung selama enam hari. (Foto: Dok. Iran-Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Prosesi pemakaman mendiang Pemim pin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dihadiri jutaan pelayat. Delegasi dari sejumlah negara, seperti Indonesia, Rusia, China, hingga Arab Saudi, turut menghadiri upacara penghormatan terakhir tersebut. Sementara Amerika Serikat (AS) tidak mengirimkan perwakilan. 

Jenazah Khamenei dibawa ke Teheran pada Kamis (3/7/2026) malam untuk upacara penghormatan terakhir. Prosesi ini menjadi awal dari serangkaian agenda pemakaman yang dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (9/7/2026). 

Pada hari kedua, Sabtu (4/7/2026), peti jenazah Khamenei yang dibalut bendera Iran ditempatkan di Aula Besar kompleks Grand Mosalla atau Masjid Agung Imam Khomeini di Teheran. 

Baca juga : Kasus Vonis Lepas CPO Inkrah, MA Ajukan Pencopotan 4 Hakim Ke Presiden

Di sampingnya terdapat peti jenazah cucu Khamenei yang berusia 14 bulan, Zahra Mohammadi Golpayegani, yang turut tewas dalam serangan gabungan AS dan Israel pada Februari lalu di kediamannya. 

Menurut laporan AFP, ratusan ribu pelayat berpakaian hitam mulai mema dati kawasan Grand Mosalla sejak Jumat (3/7/2026) malam. 

Mereka membawa spanduk merah sebagai simbol kemartiran dan seruan balas dendam. Poster bergambar Khamenei serta bendera hitam menghiasi dinding kompleks masjid.

Baca juga : Haryono Umar: Kalau Naik, Sama Saja Menggarami Lautan

Lautan manusia juga memenuhi lapangan di depan masjid meski suhu udara di Teheran mencapai sekitar 40 derajat Celsius. Untuk mengantisipasi cuaca panas, panitia memasang alat penyemprot air di area kompleks, sementara para sukarelawan membagikan minuman dingin kepada para pelayat. 

Pengamanan berlangsung sangat ketat. Polisi antihuru-hara disiagakan di sekitar lokasi, seluruh kendaraan dilarang melintas, dan wilayah udara di atas kawasan upacara juga ditutup. 

Mengantisipasi membludaknya jumlah pelayat, Pemerintah Iran mengimbau masyarakat menggunakan transportasi umum. Otoritas juga mengeluarkan peringatan agar para pelayat menjaga kondisi tubuh dan mencukupi kebutuhan cairan mengingat suhu diperkirakan terus meningkat selama prosesi berlangsung. 

Baca juga : Mardani Ali Sera: Transparansi Dan Akuntabilitas Dulu

Pemerintah Iran juga menetapkan hari libur nasional selama rangkaian acara. Seluruh kantor pemerintah maupun swasta di Teheran ditutup mulai Sabtu (4/7/2026) hingga Senin (6/7/2026), disertai pembatasan lalu lintas secara besar-besaran. 

Sebelum salat jenazah dimulai, tangis para pelayat pecah. Teriakan “Matilah Amerika”, “Matilah Trump”, serta “Balas dendam” terus menggema dalam prosesi yang diklaim sebagai pemakaman terbesar di Iran sejak pemakaman Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989. 

Salat jenazah dipimpin Ayatollah Jafar Sobhani, salah satu ulama senior Iran. Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei, Komandan Pasukan Quds Esmail Qaani, serta Komandan IRGC Ahmad Vahidi berada di saf terdepan. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.