BREAKING NEWS
 

Presiden Minta Jaksa, Polisi & TNI Berbenah: Korupsi & Penipuan Tak Akan Dibiarkan

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : UJANG SUNDA
Sabtu, 11 Juli 2026 08:26 WIB
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Setkab)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, kasus korupsi dan penipuan tidak akan dibiarkan. Prabowo juga mengajak semua pihak introspeksi dan mawas diri untuk memberantas kejahatan-kejahatan tersebut.

Pesan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan Bendungan Meninting bersama empat bendungan lainnya, di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026). Di hadapan jajaran Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, aparat keamanan, dan masyarakat, Prabowo tidak hanya berbicara mengenai pentingnya pembangunan infrastruktur. Ia juga menyinggung pekerjaan rumah besar bangsa yang harus diselesaikan bersama, yakni membangun pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.

Peringatan Presiden itu muncul ketika sejumlah perkara dugaan korupsi tengah menjadi perhatian publik. Mulai dari kasus di Badan Gizi Nasional (BGN), hingga dugaan korupsi tata kelola pengadaan batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang disinyalir menyebabkan pemadaman listrik massal atau blackout beberapa waktu lalu.

Prabowo mengawali pesannya dengan mengajak seluruh penyelenggara negara melakukan introspeksi. Menurutnya, persoalan bangsa bukan hanya menjadi tanggung jawab Presiden atau Pemerintah Pusat, melainkan seluruh aparatur negara.

"Masalah bagi bangsa Indonesia juga masalah bagi kita semua. Saya minta kita introspeksi. Terutama para birokrat. Ini banyak birokrat di sini yang saya lihat. Birokrat introspeksi, kita semua introspeksi," kata Kepala Negara.

Ajakan itu bukan tanpa alasan. Prabowo mengingatkan bahwa Pemerintah saat ini sedang bekerja keras menjalankan berbagai program prioritas yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, di saat yang sama, Pemerintah juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk perlawanan dari pihak-pihak yang selama ini menikmati praktik korupsi dan penyimpangan.

Olek karenanya, Presiden meminta seluruh aparat negara tidak menjadi bagian dari kelompok yang menghambat perubahan. Mereka harus memperbaiki diri dan kembali mengingat tujuan utama menjadi aparatur negara, yakni melayani rakyat.

Baca juga : Emas 74 Kg Dan Uang Ratusan M Ada Yang Punya

"Saya tidak mau melihat ke belakang, tapi saya mohon perbaiki diri, mawas diri. Jangan melawan kehendak rakyat. Rakyat tidak ingin korupsi dibiarkan. Rakyat tidak ingin penipuan-penipuan dilanjutkan," tegasnya.

Bagi Prabowo, kepercayaan masyarakat merupakan modal penting bagi jalannya pemerintahan. Kepercayaan itu hanya bisa dipertahankan apabila aparatur negara bekerja secara profesional, jujur, dan menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Karena itu, momentum pembenahan birokrasi dan penegakan hukum harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Pesan yang sama kemudian ditujukan secara khusus kepada jajaran aparat penegak hukum dan pertahanan negara. Prabowo menyebut, polisi, TNI, maupun jaksa memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kepercayaan rakyat. Seluruh atribut yang mereka kenakan, mulai dari pangkat hingga jabatan, merupakan amanah yang diberikan rakyat.

"Kita semua introspeksi. Pejabat-pejabat militer dan polisi, introspeksi. Saudara adalah milik rakyat. Bintangmu dari rakyat. Sepatumu dari rakyat. Topimu dari rakyat," tegasnya.

Prabowo lalu mengalihkan pandangannya ke arah jajaran Kejaksaan yang hadir dalam acara tersebut. Dengan gaya khasnya yang lugas, ia mengingatkan bahwa jaksa memikul tanggung jawab yang sama kepada rakyat.

Adsense

"Kejaksaan demikian juga. Anda jaksa ya di sana? Iya. Pakai bintang juga kau? Kau juga milik rakyat," ucapnya, yang disambut tepuk tangan hadirin.

Presiden kembali menekankan bahwa hukum harus menjadi panglima. Penegakan hukum tidak boleh dipengaruhi kekuatan politik, jabatan, maupun kekayaan seseorang. Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum.

Baca juga : Rupiah Kurang Bertenaga

"Hukum itu untuk semua, bukan hanya untuk orang kuat saja, bukan hanya hukum untuk orang kaya saja," tegas Prabowo.

Terpisah, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, pesan tersebut bukan sekadar imbauan moral. Ia menerangkan, Presiden berulang kali mengingatkan seluruh aparatur negara agar memanfaatkan kesempatan yang ada untuk melakukan pembenahan sebelum tindakan penegakan hukum dilakukan.

"Beliau berulang kali mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan, khususnya para aparatur negara, agar segera berbenah dan membersihkan diri sebelum tindakan penegakan hukum atau pembersihan itu dilakukan," kata Prasetyo, dalam keterangan tertulis.

Prasetyo mengatakan, komitmen Presiden dalam pemberantasan korupsi sudah menjadi sikap yang konsisten sejak awal pemerintahan. Kepala Negara memandang korupsi sebagai salah satu persoalan terbesar yang menghambat kemajuan bangsa sehingga tidak boleh ditoleransi.

"Bapak Presiden, sebagai Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan, terus menegaskan bahwa korupsi merupakan salah satu pekerjaan rumah terbesar bangsa ini," ujarnya.

Menurut Prasetyo, tantangan dalam memberantas korupsi memang tidak ringan. Berbagai bentuk perlawanan maupun upaya menghambat penegakan hukum akan selalu muncul. Namun, kondisi tersebut tidak boleh membuat pemerintah kehilangan semangat untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan.

Karena itu, Pemerintah terus mendorong penguatan integritas aparatur, penyempurnaan tata kelola birokrasi, serta pembangunan sistem pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Seluruh kementerian dan lembaga diminta mendukung agenda tersebut agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan penggunaan uang negara semakin dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga : Perang Jilid III Amerika Vs Iran Menyeramkan

"Namun demikian, apa pun tantangan yang kita hadapi, kita tidak boleh menyerah dan tidak boleh patah semangat. Kita harus terus memperbaiki tata kelola, memperkuat integritas, dan membangun pemerintahan yang bersih," katanya.

Prasetyo juga mengajak seluruh elemen bangsa menjaga situasi tetap kondusif di tengah berbagai proses hukum yang sedang berjalan. Menurut dia, Pemerintah menghormati setiap langkah penegakan hukum yang dilakukan aparat, termasuk penyidikan perkara-perkara dugaan korupsi yang kini ditangani Kepolisian.

Di saat yang sama, masyarakat juga diminta tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh proses hukum selesai. Dengan begitu, penegakan hukum dapat berjalan objektif, independen, sekaligus memperoleh kepercayaan publik.

"Kita semua menghormati setiap proses hukum yang sedang dilaksanakan oleh aparat penegak hukum, dalam hal ini Kepolisian. Kita juga menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah sehingga terhindar dari spekulasi maupun penilaian yang tidak produktif," tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense