RM.id Rakyat Merdeka - Memiliki umur panjang dan tubuh yang bugar ternyata tak melulu butuh biaya mahal maupun perawatan medis berteknologi tinggi. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin membagikan resep jitu nan merakyat untuk mencapai longevity alias umur panjang, yakni dengan mengrutinkan olahraga lari secara terukur.
Alih-alih menyarankan suplemen mahal, Menkes justru menantang masyarakat untuk melawan rasa malas dan mulai menggerakkan badan.
Kunci utamanya ada pada latihan fisik yang konsisten di zona dua demi meningkatkan kapasitas volume oksigen maksimum (VO2 max) di dalam tubuh. Kapasitas ini disebut-sebut sebagai indikator biologis krusial yang menentukan seberapa lama seseorang bisa bertahan hidup dengan sehat.
Baca juga : Polri Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp 476 Miliar dari Rumah Mewah di Sentul
Namun, Budi mengingatkan bahwa olahraga ini tidak perlu dilakukan secara ngoyo hingga kehabisan napas. Sambil mempraktikkan langsung latihannya dalam sebuah kesempatan, ia menyarankan masyarakat untuk berlari dengan ritme yang santai namun stabil.
"Kalian saya minta lari dengan pace seperti ini di zone 2 untuk naikin VO2 max," tuturnya.
Untuk mencapai target kebugaran yang ideal, masyarakat disyaratkan meluangkan waktu lari minimal 30 hingga 45 menit dalam satu sesi.
Baca juga : HKI Siap Fasilitasi Lahan Dan Perizinan Bagi Investasi Rusia Di RI
Frekuensinya pun tidak perlu dipaksakan setiap hari, melainkan cukup tiga sampai lima kali saja dalam seminggu agar otot dan jantung tetap memiliki waktu adaptasi serta pemulihan.
Lebih lanjut, angka ideal VO2 max ini rupanya tidak bisa disamaratakan antarindividu. Target kebugaran sangat bergantung pada faktor usia, berat badan, serta kapasitas kekuatan masing-masing orang saat berlari santai. Sebagai contoh, untuk kelompok usia senior seperti dirinya yang kini menginjak 62 tahun, skor VO2 max di angka 40 sudah masuk dalam kategori sangat memuaskan atau excellent.
Sementara itu, ekspektasi yang lebih tinggi diletakkan di pundak generasi yang lebih muda. Anak-anak muda yang masih produktif ditargetkan mampu menyentuh skor kebugaran 50. Bahkan, untuk sekelas atlet profesional, kapasitas oksigen tersebut idealnya wajib menembus batas angka 60 demi menjaga performa puncak.
Baca juga : Jelang Tahun Ajaran Baru, Ini Tips Memilih Pinjaman Digital Yang Aman
Kampanye lari zona dua ini sekaligus menjadi pengingat tegas bagi masyarakat yang masih gemar menerapkan gaya hidup kurang gerak. Sebagai penutup, Budi memberikan sentilan menohok dengan membandingkan betapa murahnya upaya mencegah penyakit dibandingkan mahalnya biaya penanganan medis di kemudian hari.
"Jangan lupa, lari itu gratis sedangkan ke rumah sakit bayar," tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.