Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kesepakatan AS-Iran Belum Final, Trump: Kalau Saya Tak Suka, Pemboman Berlanjut
- Mentan Amran Targetkan Swasembada Bawang Putih Dalam 3 Tahun
- Batal Ke Rusia, Prabowo Fokus Tuntaskan Agenda Dalam Negeri
- PLN Indonesia Power Dukung Kids English Fun 2026, Cetak Generasi Unggul
- Austria Tekuk Yordania, Tempel Argentina di Klasemen Grup J
Kepala Prodi Atma Jaya Teliti Pengaruh Musik Pada Perilaku Manusia
Selasa, 26 Mei 2026 22:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Program Studi Magister Psikologi Unika Atma Jaya, Chris Willy Arianto menekuni bidang psikologi musik sebagai fokus akademik dan risetnya. Bidang ini mempelajari hubungan antara musik dengan perilaku, emosi, hingga cara berpikir manusia.
Billy, sapaan akrabnya mengatakan ketertarikannya pada psikologi musik bermula sejak masa kuliah. Meski memiliki minat besar pada musik, ia sempat merasa kurang cocok saat menjadi mahasiswa psikologi. Namun, pandangannya berubah setelah mengenal bidang psikologi musik pada masa orientasi.
“Musik itu dekat sekali dengan kehidupan manusia,” kata Billy kepada wartawan, Selasa (26/5/2026).
Menurut dia, psikologi musik berupaya menjelaskan berbagai fenomena yang berkaitan dengan pengaruh musik terhadap manusia, termasuk kaitannya dengan emosi dan kecerdasan.
Baca juga : Kembangkan Produk Lokal, Sanga Sanga Perluas Industri Herbal Hingga Pasar Global
“Kita mau mencari tahu sebenarnya apa yang membuat musik bisa berhubungan dengan kecerdasan, kenapa kalau mendengarkan musik kita bisa senang atau sedih. Nah, itulah yang dipelajari di psikologi musik,” ujarnya.
Dari sejumlah penelitian yang dilakukannya, Billy menemukan adanya perbedaan dalam pengolahan informasi antara individu yang bermain musik dan yang tidak.
“Orang yang bermain musik ternyata mengolah informasi secara lebih cepat,” jelasnya.
Meski demikian, ia menilai hubungan sebab-akibat antara musik dan kecerdasan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Baca juga : Jemaah Haji Diimbau Jaga Fisik Jelang Wukuf
“Namun kita belum tahu, apakah musik menyebabkan seseorang menjadi lebih cerdas atau justru orang cerdas yang tertarik bermain musik,” imbuhnya.
Selain aspek kognitif, Billy juga menyoroti kesehatan mental musisi profesional. Berdasarkan kajiannya, kelompok tersebut termasuk yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap persoalan kesejahteraan hidup dan kesehatan mental.
“Ternyata para musisi profesional memiliki kesejahteraan hidup dan kesehatan mental yang paling rentan. Sehingga kita perlu menaruh perhatian lebih kepada para musisi profesional,” katanya.
Di luar aktivitas akademik, Billy bersama Lestika Madinah Hasibuan mendirikan Komunitas Psikologi Musik Indonesia. Komunitas itu dibentuk sebagai wadah pembelajaran bagi musisi, komposer, guru, mahasiswa, dan masyarakat umum terkait kajian psikologi musik.
Baca juga : Pede Pakai Fairing Baru, Quartararo Bidik Podium Le Mans
“Komunitas Psikologi Musik Indonesia ini menjadi ruang bersama bagi musisi, komposer, guru, mahasiswa, dan masyarakat umum. Di dalam komunitas ini kita saling belajar terkait materi-materi yang ada di dalam psikologi musik,” ujar Billy.
Ia berharap kajian psikologi musik dapat berkembang lebih luas di Indonesia, seiring besarnya potensi budaya dan keberagaman musik yang dimiliki Tanah Air.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya