RM.id Rakyat Merdeka - Sebanyak 30 pelajar tingkat SLTA dari sejumlah daerah di Sumatera Barat mengikuti Lomba Storytelling Kisah Perjuangan yang digelar Dewan Harian Daerah Badan Penerus Pembudayaan Kejuangan (DHD-BPK) 45 Sumatera Barat. Ajang ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk merekonstruksi kisah perang kemerdekaan dari perspektif sejarah lokal sekaligus merawat ingatan kolektif tentang perjuangan bangsa.
Hasil perlombaan diumumkan pada Minggu (9/8/2026), bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Ke-357 Kota Padang. Dari 30 peserta, SMA IT Insan Cendekia Payakumbuh mengirimkan peserta terbanyak, yakni 10 orang.
Selanjutnya, SMAN 1 Ampek Angkek mengikutsertakan tiga peserta, sedangkan SMA Praja Nusantara Sumbar mengirimkan dua peserta. Peserta lainnya berasal dari berbagai sekolah di Kota Padang, Padang Panjang, Bukittinggi, Kabupaten Agam, Kabupaten Limapuluh Kota, hingga Kabupaten Pesisir Selatan.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Perkuat Daya Saing 66 Ribu UMKM Lewat Storytelling
Koordinator dewan juri, Fikrul Hanif Sufyan, mengatakan, antusiasme pelajar dalam mengikuti perlombaan menunjukkan bahwa sejarah lokal masih memiliki daya tarik bagi generasi muda.
”Kami antusias dengan keikutsertaan pelajar SLTA dari Kota Padang, Padang Panjang, Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, Kabupaten Limapuluh Kota, hingga Kabupaten Pesisir Selatan. Kejutannya, ada pula peserta yang menyampaikan storytelling dalam bahasa Inggris,” ujarnya.
Fikrul merupakan pengajar sejarah di STKIP Yayasan Abdi Pendidikan Payakumbuh dan pernah menjadi dosen tamu melalui program visiting scholar di Faculty of Arts, University of Melbourne, Australia. Selain Fikrul, dewan juri terdiri atas peneliti BRIN Pusat Riset Khazanah Keagamaan dan Peradaban (BRIN-PR KPP), Dra Zusneli Zubir, M.Hum, serta dosen Universitas Riau, Dr Piki S Pernantah, M.Pd.
Baca juga : 2 Abad Wafatnya Tuanku Pamansiangan, Menjahit Memori Kolektif
Menggali Sejarah Lokal
Materi perlombaan diarahkan pada rekonstruksi sejarah perang kemerdekaan di daerah masing-masing peserta. Dengan demikian, pelajar tidak hanya dituntut memiliki kemampuan bertutur, tetapi juga memahami fakta sejarah yang menjadi dasar cerita.
Zusneli Zubir mengatakan, penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah aspek, antara lain kesesuaian tema dengan nilai perjuangan lokal, akurasi fakta sejarah, struktur dan kekuatan narasi, serta penguasaan materi. Selain itu, juri menilai teknik penyampaian, ekspresi, gestur dan penghayatan, kreativitas dan daya tarik cerita, serta ketepatan waktu.
Baca juga : Semarakkan PRJ 2026,Storytelling Competition Bank Jakarta Asah Kreativitas Anak
Sebelum pengumuman pemenang, panitia telah menetapkan 10 peserta terbaik dan mengumumkannya melalui media sosial. ”Sepuluh besar telah diumumkan sehari sebelumnya melalui media sosial. Mereka kemudian diminta hadir dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan RI Ke-81 dan HUT Kota Padang Ke-357,” kata Zusneli
Berdasarkan hasil akhir penilaian, Atika Arza Wijaya dari MAN 2 Padang meraih peringkat pertama dengan total nilai 279. Posisi kedua ditempati Meisya Sri Mulyani dari MAS Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang dengan nilai 272. Adapun Atiqah Meidina El Ihsani Parinduri dari SMA IT Insan Cendekia Payakumbuh berada di posisi ketiga dengan nilai 263.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA IT Insan Cendekia Payakumbuh, Ari Andesfi, menyambut baik capaian para siswanya. Dari 10 siswa yang mengirimkan karya, dua di antaranya berhasil menembus 10 besar. ”Meskipun waktu yang diberikan cukup singkat, alhamdulillah dari 10 siswa kami yang mengirimkan karya video storytelling terbaiknya, dua di antaranya masuk 10 besar,” ujar Ari.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.