RM.id Rakyat Merdeka - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari gangguan penerbangan hingga peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kondisi tersebut mengganggu ekonomi dan kesehatan masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, gangguan akibat karhutla dapat memengaruhi kegiatan ekonomi di wilayah terdampak. Sebab, aktivitas masyarakat dan distribusi barang ikut terhambat.
“Ya, tentu dampak perekonomian di wilayah tersebut karena kegiatan ekonomi kan terganggu,” kata Airlangga di Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Menurut Airlangga, Pemerintah saat ini fokus menangani karhutla. Terlebih, Indonesia mulai memasuki periode El Nino yang menyebabkan kondisi lebih kering dan meningkatkan risiko kebakaran.
Dampak karhutla salah satunya terlihat pada sektor transportasi udara. Di Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, sedikitnya 21 penerbangan mengalami keterlambatan selama periode 18-21 Agustus 2026 akibat jarak pandang yang terganggu asap.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, sejumlah penerbangan di Kalimantan Barat bahkan terpaksa dibatalkan karena kabut asap mengganggu jarak pandang penerbangan. “Di Kalimantan Barat itu banyak asap yang kemudian menghalangi jarak pandang penerbangan,” ujar Dudy di Lahan KAI Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026).
Baca juga : Percepat Pemulihan NTT, Pemerintah Gotong Royong
Ia menegaskan, keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam operasional penerbangan. Maskapai tidak boleh memaksakan penerbangan ketika kondisi cuaca dan jarak pandang tidak memenuhi persyaratan keselamatan.
Branch Communication and CSR Department Head Bandara Supadio M. Joko Wahyudi mengatakan, gangguan terutama terjadi pada penerbangan pagi ketika jarak pandang turun di bawah batas aman. “Sejak tanggal 18 Agustus sudah terjadi delay, khususnya penerbangan pagi. Sampai dengan hari ini sudah terdapat 21 penerbangan pagi yang terdampak delay,” kata Wahyudi.
Pada Jumat pagi, sedikitnya enam penerbangan menuju Jakarta, Surabaya, dan Ketapang mengalami penundaan. Jarak pandang di kawasan bandara pada pukul 06.00-08.00 WIB hanya berkisar 400-800 meter.
Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengatakan, gangguan transportasi tersebut berpotensi menimbulkan efek lanjutan terhadap distribusi barang dan aktivitas ekonomi apabila kondisi kabut asap berlangsung dalam waktu lama. Kondisi diperparah dengan surut air sungai di Kalimantan karena El Nino.
“Di Kalimantan ada dua hal. Pertama karhutla, kedua air sungainya pada surut. Dua hal di sana itu menghambat ekonominya. Dan nanti imbasnya bisa ke Jawa,” ujar Djoko kepada Rakyat Merdeka, Jumat (21/8/2026).
Ia mencontohkan, Sungai Kapuas yang mengalami penyurutan sehingga menyulitkan kapal tongkang melintas. Kondisi tersebut dapat menghambat distribusi komoditas dan kebutuhan pokok apabila berlangsung berkepanjangan.
Baca juga : Setelah Iran, Israel Bidik Turki
Djoko mendorong, Pemerintah menyiapkan jalur transportasi alternatif untuk menjaga kelancaran distribusi, terutama ke daerah yang akses transportasinya terbatas. “Jadi untuk logistik bisa diperbanyak penerbangan perintis untuk membawa logistik, karena sembako di sana mulai mahal,” ujarnya.
Selain mengganggu transportasi dan perekonomian, karhutla juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat kualitas udara di delapan dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.
Tiga daerah tercatat berada pada kategori sangat tidak sehat, empat daerah masuk kategori tidak sehat, dan satu daerah lainnya berada pada kategori berbahaya.
Kondisi kualitas udara tersebut diikuti peningkatan kasus ISPA, dengan kasus di Kalimantan Tengah meningkat dari 475 kasus pada 18 Agustus menjadi 547 kasus pada 19 Agustus 2026.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan, musim kemarau menjadi salah satu faktor peningkatan kasus ISPA, sedangkan karhutla turut memperburuk kondisi kualitas udara. “Kalau lihat trennya, salah satu faktor utama karena masuk musim kemarau. Karhutla juga memberi dampak,” kata Aji.
Untuk mengantisipasi dampak kesehatan, Pemerintah mengerahkan 90 tenaga kesehatan ke sejumlah daerah terdampak. Pemerintah juga menyalurkan ratusan ribu masker, oksigen konsentrator, obat-obatan, dan perlengkapan medis.
Baca juga : KPK Usut Pemotongan Upah Pungut Di Bappenda Bogor
Sementara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat penanganan karhutla di lapangan dengan mengerahkan 33 helikopter di enam provinsi prioritas. Helikopter tersebut digunakan untuk patroli dan pemantauan, operasi modifikasi cuaca (OMC), hingga pemadaman melalui metode water bombing.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan penguatan satgas udara dilakukan untuk mendukung penanganan karhutla di enam provinsi prioritas. “Selain penguatan satgas darat, BNPB juga melakukan penguatan penanganan karhutla melalui satgas udara di enam provinsi prioritas,” ujar Berton dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).
Berdasarkan pemantauan satelit NOAA-20 pada 20 Agustus 2026, terdapat 1.487 titik panas di Pulau Kalimantan. Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yakni 767 titik, disusul Kalimantan Barat sebanyak 560 titik.
Sementara itu, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing mencatat 74 titik panas, sedangkan Kalimantan Utara sebanyak tiga titik. Kondisi tersebut menunjukkan risiko karhutla masih tinggi sehingga penanganan diperlukan untuk mencegah dampak yang lebih luas terhadap kesehatan, transportasi, dan perekonomian masyarakat. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.