RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Yayasan Warga Bumiputra Indonesia (YWBI) Jenderal TNI (Purn.) AM Hendropriyono menyebut pemuda sebagai ruh kemajuan bangsa. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) harus menjadi perhatian utama dalam membangun Indonesia.
“Tujuan kita tentu saja mengangkat dan memajukan kualitas sumber daya manusia, yang dimulai dari ruhnya, yaitu para pemuda. Kaum muda inilah ruh dari kemajuan bangsa,” tuturnya dalam acara pelepasan penerima Beasiswa Dharma Bumiputra di Fairmont Hotel, Jakarta, Sabtu (29/8/2026).
Hendropriyono mengatakan, pembangunan bangsa dapat dilakukan dengan memacu kelompok elite sekaligus mengangkat masyarakat secara luas. Namun, pemerataan harus disertai penguatan kapasitas, kepemimpinan, dan produktivitas.
Menurut dia, kelompok yang telah berhasil memiliki tanggung jawab membantu masyarakat yang belum beruntung agar ikut berkembang. Dia menggambarkan mereka sebagai orang-orang yang telah berhasil menyeberangi “sungai penderitaan” dan harus mengulurkan tangan kepada mereka yang masih tertinggal.
“Lempar tali agar bisa menarik yang lain,” cetusnya.
Baca juga : Kirim Mahasiswa Belajar Di China, Hendropriyono Ingin Indonesia Lebih Maju
Hendropriyono mengatakan, semangat tersebut diwujudkan melalui Beasiswa Dharma Bumiputra. Program ini memberikan kesempatan kepada anak-anak muda berpotensi yang terkendala ekonomi untuk mendapatkan pendidikan berkualitas di luar negeri.
Program tersebut merupakan hasil kerja sama YWBI, Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT), dan Tianjin University. Tahun ini, tiga talenta muda Indonesia terpilih untuk menempuh pendidikan di Tianjin University, China.
Hendropriyono menilai kemajuan China layak dipelajari generasi muda Indonesia. Dia membandingkan perkembangan kedua negara yang sama-sama merdeka dalam rentang waktu berdekatan.
“Kita merdeka tahun 1945, China tahun 1949. Tapi sekarang China jauh di depan kita,” katanya.
Selain China, Hendropriyono mencontohkan kemajuan Singapura. Dia mengaku mengunjungi negara tersebut pada 1971 dan melihat kondisinya yang saat itu masih kurang maju. Empat tahun kemudian, dia kembali dan menyaksikan perubahan besar.
Baca juga : Kirim 3 Mahasiswa Ke Tianjin, Boy Thohir Ingin Perluas Program Beasiswa Ke China
“Balik ke sana tahun 1974 Singapura sudah luar biasa maju,” ujarnya.
Menurut Hendropriyono, pengalaman Singapura menunjukkan bahwa ukuran negara bukan penentu utama kemajuan. Meski memiliki wilayah kecil, Singapura mampu membangun kekuatan ekonomi dan SDM secara signifikan.
Dia membandingkannya dengan Indonesia yang memiliki wilayah, penduduk, dan sumber daya jauh lebih besar.
“Singapura itu kecil. Kita yang besar seharusnya memiliki kekuatan dan kemajuan berlipat ganda,” tegasnya.
Hendropriyono berharap program Beasiswa Dharma Bumiputra terus berkembang dan menjangkau lebih banyak talenta muda yang memiliki kemampuan, tetapi terkendala kondisi ekonomi.
Baca juga : Lepas 3 Mahasiswa Ke Tianjin, Boy Thohir: Serap Ilmu, Pulang Bangun Negeri
Kepada tiga penerima beasiswa, dia berpesan agar serius menuntut ilmu selama berada di China, memperluas pengetahuan dan relasi, menjaga nama baik Indonesia, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan baru.
Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka diharapkan kembali ke Tanah Air dan mengembangkan ilmu yang diperoleh untuk kepentingan bangsa.
“Berangkat lalu pulangnya mengembangkan diri di sini. Karena kita perlu inovasi. Mereka yang punya bakat, punya kemauan dan semangat berinovasi, itulah yang ingin kita tarik dari sana,” tandasnya.
Dalam program Beasiswa Dharma Bumiputra, lebih dari 50 peserta mendaftar. Setelah melalui berbagai tahapan seleksi, tiga talenta muda dinyatakan lolos. Mereka adalah Nadhira dari SMA Islam PB Soedirman Jakarta, Vidya Putri Nuridzati dari Wonosobo, dan Farrel dari SMA Taruna Nusantara.
Ketiganya dijadwalkan berangkat ke China pada 31 Agustus 2026 dan menempuh pendidikan selama kurang lebih empat tahun.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.