Dark/Light Mode

Lepas 3 Mahasiswa Ke Tianjin, Boy Thohir: Serap Ilmu, Pulang Bangun Negeri

Sabtu, 29 Agustus 2026 18:47 WIB
Ketua Kadin Indonesia Komite Tiongkok Garibaldi “Boy” Thohir (kiri) dan Ketua YWBI Jenderal TNI (Purn.) AM Hendropriyono (kanan) bersama tiga penerima Beasiswa Dharma Bumiputra di Fairmont Hotel, Jakarta, Sabtu (29/8/2026). Foto: BAMBANG TRISMAWAN/RM.ID
Ketua Kadin Indonesia Komite Tiongkok Garibaldi “Boy” Thohir (kiri) dan Ketua YWBI Jenderal TNI (Purn.) AM Hendropriyono (kanan) bersama tiga penerima Beasiswa Dharma Bumiputra di Fairmont Hotel, Jakarta, Sabtu (29/8/2026). Foto: BAMBANG TRISMAWAN/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Kadin Indonesia Komite Tiongkok Garibaldi “Boy” Thohir melepas tiga penerima Beasiswa Dharma Bumiputra untuk melanjutkan pendidikan di Tianjin University, China. Boy berpesan agar ketiganya menyerap ilmu dan mempelajari kemajuan China, khususnya di bidang Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM). Setelah lulus, mereka diharapkan kembali ke Tanah Air untuk membawa ilmu dan pengalaman tersebut demi membangun Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Boy dalam acara pelepasan penerima Beasiswa Dharma Bumiputra yang digelar di Fairmont Hotel, Jakarta, Sabtu (29/8/2026). Hadir dalam acara tersebut Ketua Yayasan Warga Bumiputra Indonesia Jenderal TNI (Purn.) AM Hendropriyono. Hadir juga para tokoh dunia usaha, jajaran Kadin Indonesia, serta para pemimpin media nasional.

Program Beasiswa Dharma Bumiputra merupakan hasil kerja sama Yayasan Warga Bumiputra Indonesia (YWBI), Kadin Indonesia Komite Tiongkok, dan Tianjin University. Tiga penerima Beasiswa Dharma Bumiputra 2026 yakni Nadhira Izzati dari SMA Islam PB Soedirman Jakarta, Gudia Putri Nurizati dari Wonosobo, dan Farel dari SMA Taruna Nusantara. Ketiganya akan dijadwalkan berangkat ke China pada 31 Agustus 2026. 

Tiga penerima Beasiswa Dharma Bumiputra bersama orang tua dan para pengusaha dalam acara pelepasan di Fairmont Hotel, Jakarta, Sabtu (29/8/2026).

Dalam sambutannya, Boy mengatakan program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama Indonesia-China melalui pendidikan. Lewat kerja sama YWBI dan Tianjin University, pelajar terbaik Indonesia mendapat kesempatan belajar STEM di China sekaligus mempelajari kunci kemajuan negara tersebut.

“Kami berharap adik-adik semua bisa kembali ke Tanah Air untuk memberikan yang terbaik ke negara Indonesia yang kita cintai,” ujar Boy.

Boy mengaku bersama sejumlah pihak telah mengunjungi langsung Tianjin University untuk memastikan kualitas kampus tujuan. Mereka melihat fasilitas, lingkungan kampus, hingga bertemu mahasiswa Indonesia yang sudah lebih dulu menempuh pendidikan di sana.

Baca juga : Boy Thohir & Hendropriyono Lepas Mahasiswa Penerima Beasiswa Kuliah Di Tianjin

Menurut Boy, pengalaman tersebut membuat pihaknya yakin para penerima beasiswa akan mendapatkan lingkungan akademik yang baik selama berada di China. Dia juga mengungkapkan alasan mendorong pelajar Indonesia memperluas pilihan tujuan pendidikan ke China. Boy mengatakan, dirinya dan anaknya pernah mengenyam pendidikan di Amerika Serikat. Namun, perkembangan pendidikan dan teknologi China yang begitu pesat membuatnya melihat pentingnya generasi muda Indonesia belajar dari negara tersebut.

“Tidak ada salahnya kita mengenyam atau bisa mengirim siswa-siswa ke negara Tiongkok,” tuturnya.

Boy membayangkan Indonesia ke depan memiliki lulusan terbaik dari berbagai pusat pendidikan dunia. Mulai Amerika Serikat, Eropa, China, hingga perguruan tinggi terbaik di dalam negeri.

“Dengan begitu, saya yakin dengan pendidikan yang mumpuni, kita juga akan mampu membangun Indonesia menjadi negara yang maju dan sejahtera,” katanya.

Sementara itu, Hendropriyono mengatakan, tujuan utama program tersebut adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dengan memberikan perhatian kepada generasi muda.

Menurut dia, pemuda merupakan kekuatan penting untuk membawa bangsa Indonesia menuju kemajuan. Karena itu, generasi muda perlu mendapatkan kesempatan untuk belajar dari negara-negara yang telah mengalami kemajuan pesat.

Baca juga : Boy Thohir Harapkan Kampus Cetak Pemimpin Berintegritas

Hendropriyono menilai China merupakan salah satu negara yang layak dipelajari. Dia membandingkan usia kemerdekaan Indonesia dan berdirinya Republik Rakyat China yang hanya terpaut empat tahun, tetapi perkembangan China saat ini jauh lebih maju.

“Kita merdeka tahun 1945, China tahun 1949. Tapi sekarang China jauh di depan kita,” ujarnya.

Karena itu, Hendropriyono mendorong anak-anak muda Indonesia belajar langsung ke China. Dia meminta generasi muda tidak lagi terjebak dalam bayang-bayang perbedaan ideologi, melainkan melihat keberhasilan sebuah negara dari hasil pembangunannya.

“Jangan lagi terjebak dalam bayang-bayang ideologi. Itu semua tidak ada. Semua sudah melakukan pembenahan,” katanya.

Hendropriyono kemudian mengutip prinsip Deng Xiaoping tentang pentingnya melihat hasil, bukan sekadar warna atau label. “Karena mau kucing merah, mau kucing hitam, yang penting bisa menangkap kucing,” ujarnya.

Dalam menentukan sasaran program, Hendropriyono mengatakan pihaknya telah berulang kali membahas siapa yang paling tepat mendapatkan kesempatan tersebut. Akhirnya diputuskan beasiswa diberikan kepada putra-putra Indonesia yang memiliki potensi, tetapi terkendala kemampuan ekonomi.

Baca juga : Resmikan At Thohir Vidya Loka, Boy Thohir Ajak Kampus Cetak Pemimpin Masa Depan

Hendropriyono mengatakan, program tersebut merupakan bentuk kepedulian para pengusaha dan tokoh masyarakat untuk membuka jalan bagi anak-anak muda yang memiliki kemampuan.

Dia menggambarkan upaya itu sebagai tindakan “melemparkan tali” dari orang-orang yang sudah sukses kepada generasi muda yang membutuhkan kesempatan untuk berkembang.

Menurut dia, keberhasilan tiga penerima beasiswa tersebut diharapkan menjadi awal bagi lahirnya lebih banyak program serupa. Prestasi mereka juga diharapkan menarik lebih banyak anak muda Indonesia untuk mengikuti jejak yang sama. Hendropriyono berpesan agar ketiga mahasiswa serius menuntut ilmu selama berada di China dan menjaga nama baik Indonesia. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka diharapkan kembali ke Tanah Air untuk mengembangkan ilmu yang diperoleh.

“Berangkat lalu pulangnya mengembangkan diri di sini. Karena kita perlu inovasi. Mereka yang punya bakat, punya kemauan dan semangat berinovasi, itulah yang ingin kita tarik dari sana,” tandasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.