BREAKING NEWS
 

Gus Kikin Cicit KH Hasyim Asy’ari

Jabatan Ketum PBNU Kembali Ke Trah Pendiri

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : SISWANTO
Selasa, 1 September 2026 07:50 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih masa khidmah 2026-2031, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menyampaikan pidatonya di acara penutupan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). (Foto: YouTube/NU Online)

 Sebelumnya 
 

Disambut Tongkat dan Tasbih Hadratussyaikh

Siang harinya, setelah penutupan Muktamar, Gus Kikin kembali ke Pondok Pesantren Tebuireng di Cukir, Jombang. Perjalanan dari arena Muktamar menuju Tebuireng ditempuh sekitar 30 menit.

Setibanya di halaman pesantren, lautan ribuan santri Tebuireng menyambut Gus Kikin dengan shalawat badar. Panji dan bendera NU berkibar di tengah kerumunan santri.

Ada simbol penting dalam penyambutan tersebut. Gus Kikin menerima penyerahan tongkat dan tasbih legendaris milik Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari sebelum memasuki Ndalem Kasepuhan.

Baca juga : Kejagung Bongkar Kasus Nikel 401 Miliar

Tongkat dan tasbih tersebut merepresentasikan estafet sanad, amanah, serta marwah perjuangan NU. Bagi keluarga besar Tebuireng, dua benda itu menjadi simbol kesinambungan perjuangan jam’iyah sekaligus penanda kembalinya kepemimpinan NU kepada trah pendirinya.

“Kini kapal besar itu kembali ke rumahnya untuk diperbaiki,” tulis salah satu santri dalam unggahan di forum alumni Tebuireng.

Usai menerima amanah sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin langsung memasang target. Penyusunan kepengurusan PBNU di bawah kepemimpinannya ditargetkan rampung maksimal satu bulan. “Kita butuh cepat juga. Satu bulan itu kita isi dulu organisasi ini. Tanpa itu kita bagaimana mau kerja,” katanya saat menyampaikan pidato perdana sebagai Ketua Umum PBNU dalam penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Senin (31/8/2026).

Gus Kikin juga mengimbau seluruh muktamirin dan nahdliyin bersatu setelah Muktamar. “NU adalah jam’iyyah, diniyah ijtima’iyyah. Jadi ini organisasi keagamaan, kemasyarakatan, bukan untuk berpolitik,” tuturnya.

Baca juga : Konsisten Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun pada Triwulan II 2026

Ia menyatakan akan menggalang persatuan dan persaudaraan untuk menatap abad kedua NU dengan bermodalkan Qanun Asasi. Gus Kikin mengaku menemukan sejumlah naskah buku Qanun Asasi karya Mbah Hasyim yang ditulis pada 1926.

“Itu merupakan roadmap, pedoman, manhaj, fikrah, maupun harakah NU. Nah mudah-mudahan, saat NU masuk abad kedua, Presidennya Bapak Prabowo Subianto, kita menggalang persatuan, ukhuwah, persaudaraan. Khidmah NU untuk kemaslahatan umat dan Indonesia,” tuturnya.

Prabowo Tutup Muktamar

Muktamar ke-35 NU secara resmi ditutup Presiden Prabowo Subianto. Prabowo tiba di arena Muktamar menaiki mobil Maung putih. Mengenakan baju koko putih dan peci hitam, Prabowo disambut langsung Kiai Miftach dan Gus Kikin.

Ribuan muktamirin menyambut kedatangan Presiden dengan shalawat badar. Sorban kemudian dikalungkan kepada Prabowo.

Baca juga : KPK Geledah 8 Lokasi Dan Sita Sejumlah Dokumen

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menerima Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (KartaNU) yang telah lama diidamkannya.

Didampingi Rais Aam PBNU terpilih KH Miftachul Akhyar (kanan) dan Ketum PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin (kiri), Presiden Prabowo Subianto memperlihatkan kartu tanda anggota NU di sela penutupan Muktamar Ke-35 NU. (Foto: Setpres)

“Terima kasih. Ini kehormatan besar bagi saya. Ini ada hal yang luar biasa. Di bawahnya, disebut anggota seumur hidup. Ini luar biasa,” ungkap Prabowo bangga.

Kehadiran Prabowo dalam penutupan Muktamar ke-35 NU sekaligus memenuhi janji yang disampaikannya saat pembukaan Muktamar pada Jumat (27/8/2026).

“Saya terkesan. Saya memenuhi janji saya, karena saya mendapat telepon beberapa hari lalu, berita dari Gus Yahya, Kartu Anggota sudah ada,” sebut Prabowo sembari menunjukkan KTA NU yang langsung disambut tepuk tangan para hadirin. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense