BREAKING NEWS
 

Bonus Demografi Cuma Sekali, Kapolri Ajak Anak Muda Siapkan Diri

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Kamis, 3 September 2026 19:31 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan arahan kepada peserta Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 di Selabintana Camping Ground, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). Dok. Polri

RM.id  Rakyat Merdeka - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak generasi muda memanfaatkan bonus demografi sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut Kapolri, bonus demografi menjadi peluang besar yang tidak datang dua kali. Momentum ketika jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia nonproduktif itu harus dimanfaatkan untuk membawa Indonesia melakukan lompatan menjadi negara maju.

Pesan tersebut disampaikan Sigit saat memberikan sambutan dalam Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).

“Momentum tersebut hanya terjadi satu kali di setiap negara. Manakala kita berhasil memanfaatkan momentum tersebut dengan meningkatkan kualitas SDM dan bekerja keras, maka kita yakin Indonesia akan memiliki lompatan untuk menjadi negara maju,” ujar Sigit.

Karena itu, Kapolri menekankan pentingnya menyiapkan generasi muda sejak dini. Menurutnya, keberhasilan Indonesia memanfaatkan bonus demografi sangat bergantung pada kualitas generasi penerus.

Tidak cukup hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan. Generasi muda juga harus dibekali karakter, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta semangat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam konteks tersebut, Sigit menilai Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi unggul sekaligus calon pemimpin masa depan.

Berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan di Pramuka, menurut dia, membiasakan generasi muda untuk disiplin, mandiri, bergotong royong, mampu bersosialisasi, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.

Baca juga : Dulu Anak Pramuka, Kapolri Ajak Generasi Muda Raih Cita-Cita

Sigit bahkan berbagi cerita tentang pengalamannya menjadi anggota Pramuka sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Pengalaman tersebut membuat dirinya memiliki kedekatan tersendiri dengan Gerakan Pramuka. Ia meyakini organisasi tersebut menjadi salah satu wadah yang tepat bagi anak muda untuk mengembangkan potensi sekaligus mempersiapkan masa depan.

“Saya yakin bahwa di hadapan saya ini adalah adik-adik pilihan yang sudah benar memilih Gerakan Pramuka sebagai salah satu wadah untuk mempersiapkan diri sebagai generasi-generasi penerus di masa yang akan datang,” katanya.

Namun, Sigit mengingatkan bonus demografi juga dapat berubah menjadi persoalan apabila generasi muda gagal dipersiapkan dengan baik.

Berbagai ancaman terhadap masa depan anak muda, mulai dari penyalahgunaan narkoba, judi online, tawuran, keterlibatan dalam geng, hingga berbagai bentuk kejahatan dan penyebaran paham negatif melalui media sosial harus diwaspadai.

Adsense

Menurutnya, perkembangan teknologi yang semakin cepat juga membawa dua sisi. Teknologi dapat membuka kesempatan luas bagi generasi muda untuk belajar dan mengembangkan kemampuan. Namun, tanpa kebijaksanaan dalam menggunakannya, teknologi justru dapat membawa dampak negatif.

Kapolri meminta generasi muda tidak menjauhi perkembangan teknologi, tetapi memanfaatkannya untuk meningkatkan kapasitas diri. Kehadiran smartphone, media sosial, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), hingga berbagai platform digital, menurutnya, telah membuka akses pengetahuan tanpa batas ruang dan waktu.

Baca juga : Apel Kebangsaan dan Kemah Nasional PUI 2026, Perkuat Kepemimpinan Generasi Muda

Karena itu, teknologi harus menjadi sarana untuk belajar, mengembangkan kreativitas, serta menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, Sigit mengatakan pemerintah terus memperluas akses pendidikan melalui berbagai program.

Di antaranya Sekolah Rakyat, sekolah unggulan, sekolah transformasi, pendidikan jarak jauh, hingga program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Polri juga ikut mengambil bagian dalam pengembangan talenta generasi muda melalui SMA Kemala Taruna Bhayangkara. Selain pendidikan dan keterampilan, Kapolri mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman Indonesia.

Menurut dia, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika tidak boleh berhenti sebagai hafalan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Indonesia memiliki keberagaman suku, budaya, agama, serta kekayaan sumber daya yang besar. Semua itu, kata Sigit, akan menjadi kekuatan apabila seluruh elemen bangsa mampu menjaganya dalam bingkai persatuan dan kesatuan.

“Kalian semua adalah calon-calon penerus, calon-calon pemimpin bangsa. Karena itu harus saling menjaga, saling merawat, dan terus meningkatkan persatuan dan kesatuan. Hanya dengan persatuan dan kesatuan Indonesia akan menjadi maju,” tegasnya.

Kapolri juga mengajak anggota Pramuka tidak hanya mempersiapkan diri untuk meraih cita-cita pribadi, tetapi hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.

Berbagai keterampilan yang diperoleh selama mengikuti kegiatan Pramuka dapat diterapkan dalam penanggulangan bencana, pelayanan masyarakat, membantu pengamanan kegiatan, hingga menjaga kelestarian lingkungan.

Baca juga : Kapolri: Pramuka PUI Cetak Generasi Berkarakter dan Calon Pemimpin Bangsa

Ia juga mengajak anggota Pramuka menjadi pelopor Gerakan ASRI atau Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Gerakan tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan sederhana, seperti menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi sampah, dan menanam pohon.

Menutup sambutannya, Sigit menegaskan Polri siap menjadi sahabat bagi generasi muda dalam mengembangkan potensi dan mengejar cita-cita.

“Terus berkarya, terus kembangkan diri kalian, jadikan polisi sebagai sahabat kalian. Kami di kepolisian selalu siap mendukung dan mendorong agar adik-adik semua bisa mencapai dan meraih cita-cita,” pesannya.

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 diikuti 5.499 peserta. Mereka terdiri dari 3.957 anggota Pramuka serta perwakilan pelajar dan OSIS, mahasiswa, pemuda PUI, guru, pengurus, dan unsur keluarga besar PUI.

Bagi Sigit, ribuan anak muda yang berkumpul dalam Kemah Nasional tersebut merupakan bagian dari generasi yang kelak menentukan wajah Indonesia. Karena itu, bonus demografi harus dijadikan peluang untuk mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan siap membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense