Dark/Light Mode

Kapolri: Iuran Anggota Polri untuk Korban Gempa NTT Capai Rp12,68 Miliar

Rabu, 26 Agustus 2026 16:43 WIB
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat koordinasi penanganan pascagempa NTT di Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut melaporkan bantuan Polri. Foto: YT/Setpres
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat koordinasi penanganan pascagempa NTT di Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut melaporkan bantuan Polri. Foto: YT/Setpres

RM.id  Rakyat Merdeka - Polri menghimpun bantuan sebesar Rp12,68 miliar untuk membantu korban gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut dikumpulkan melalui iuran secara gotong royong dari anggota Polri.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan dana itu akan dititipkan kepada Kapolda untuk mendukung kebutuhan penanganan bencana di daerah terdampak.

"Kami gotong royong iuran, Pak, para anggota. Saat ini kami titip nanti ke Pak Kapolda Rp12,68 miliar, Pak. Untuk membantu kegiatan-kegiatan yang sifatnya diperlukan, karena mungkin Kapolda juga membutuhkan," kata Sigit dalam rapat koordinasi penanganan pascagempa di Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. 

Selain menghimpun dana, Polri memperkuat penanganan darurat dengan mendirikan sejumlah posko di wilayah terdampak. Posko tersebut mencakup layanan tanggap darurat, kesehatan, hingga pemulihan trauma bagi masyarakat.

Baca juga : Kemendikdasmen Beri Dukungan Psikososial bagi Murid Terdampak Gempa NTT

Sigit mengatakan Polri telah menyiapkan 20 posko tanggap darurat, sembilan posko kesehatan, dan sembilan posko trauma healing.

Polri juga menyediakan 45 unit tenda, 10 unit water treatment, serta tujuh unit dapur untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan petugas di lapangan.

"Kami juga membangun 20 posko tanggap darurat dan 9 posko kesehatan, 9 posko trauma healing, dan 45 unit tenda Polri, 10 unit water treatment, dan 7 unit dapur," ujar Sigit.

Kumpulkan 284,54 Ton Logistik

Baca juga : Dukcapil Terbitkan 3.055 Dokumen Kependudukan bagi Korban Gempa NTT

Polri juga menghimpun bantuan logistik dari Mabes Polri dan jajaran kepolisian di berbagai daerah. Logistik tersebut disalurkan dan ditempatkan di posko-posko tambahan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Hingga Rabu (26/8/2026), total bantuan logistik yang telah dikumpulkan mencapai sekitar 284,54 ton.

"Baik dari Mabes, Polda-Polda, kami juga menghimpun logistik untuk kita tempatkan di posko-posko tambahan tersebut. Kurang lebih ada 284,54 ton sampai saat ini," kata Sigit.

Selain bantuan logistik, Polri juga membuat posko cadangan di sejumlah polres yang terdampak gempa. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan dan dukungan kepada masyarakat tetap berjalan apabila terjadi kebutuhan tambahan dalam penanganan bencana.

Baca juga : Ekonom Dorong Kolaborasi Pulihkan NTT Pascagempa

Penanganan pascagempa tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026).

Prabowo datang langsung ke NTT untuk mengecek perkembangan penanganan gempa dan memastikan kebutuhan masyarakat terdampak mendapat penanganan.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam rapat tersebut, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala BNPB Letjen Suharyanto.

Polri bersama pemerintah dan unsur terkait terus melakukan penanganan darurat serta menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa NTT.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.