RM.id Rakyat Merdeka - Warga di kawasan Bandung Raya dan sekitarnya dikagetkan oleh suara dentuman misterius pada Sabtu (5/9/2026) dini hari sekitar pukul 00.30–05.00 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung memastikan suara tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas gempa bumi lokal.
Berdasarkan pengecekan data pemantauan kegempaan, tidak terdeteksi adanya aktivitas seismik di wilayah Bandung dan sekitarnya selama periode tersebut.
Baca juga : Cuaca Besok Jakarta Kompak Mendung, Pantau Info BMKG Sebelum Libur Akhir Pekan
BMKG juga memantau aktivitas petir lokal, kondisi cuaca, hingga magnet bumi untuk menyelidiki sumber suara. Kondisi cuaca di Jawa Barat dan Bandung Raya terpantau cerah.
Meskipun alat Lightning Detector mencatat adanya aktivitas petir lokal, intensitasnya tergolong rendah dan tidak cukup signifikan untuk memicu suara dentuman kuat.
Hasil pemantauan magnet bumi pada periode 4 September 2026 pukul 23.00 WIB hingga 5 September 2026 pukul 02.00 WIB memang mencatat adanya anomali di stasiun magnet bumi Sukabumi (SKB) dan Serang (SRG).
Baca juga : Info BMKG: Gempa Hari Ini 4 September 2026 Guncang Tarakan M 3,2, Ini Lokasinya
Namun, BMKG menyatakan anomali berasal dari dalam bumi tersebut belum dapat dikaitkan secara langsung sebagai penyebab dentuman.
Kaji Aktivitas Gunung Anak Krakatau
BMKG turut mencatat adanya fenomena erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) melalui citra satelit dan tingginya aktivitas petir di sekitar GAK pada waktu yang berdekatan.
Seismogram di Pulau Sibesi juga mencatat adanya anomali pada pukul 23.08 WIB dan 23.32 WIB. Meski demikian, BMKG belum menyimpulkan suara dentuman di Bandung berasal dari erupsi tersebut.
Baca juga : 6 Fakta Gempa M5,4 Cilacap: Dipicu Aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia
Arah angin pada saat aktivitas erupsi terjadi berhembus dari timur ke barat, sehingga kemungkinan suara berasal dari sumber lain atau masih memerlukan kajian mendalam.
Kepala Stasiun Geofisika Bandung Suaidi Ahadi menyampaikan bahwa penelusuran masih terus dilakukan untuk memastikan sumber suara tersebut.
"BMKG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan, petir, magnet bumi, dan kondisi atmosfer serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperoleh informasi yang lebih komprehensif," kata Suaidi dalam keterangan resminya, Sabtu, (5/9/2026).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.