RM.id Rakyat Merdeka - Pakar vulkanologi sekaligus Dosen Teknik Geologi Institut Teknologi Sumatera (Itera) Lampung, Happy Christin Natalia, mengimbau masyarakat mewaspadai sebaran abu vulkanik yang berasal dari Gunung Anak Krakatau di wilayah Selat Sunda.
Abu vulkanik merupakan material vulkanik berukuran sangat kecil atau mikro dengan bentuk partikel yang bersudut tajam.
Baca juga : Anak Krakatau Erupsi: ASDP Pastikan Penyeberangan Merak-Bakauheni Normal
“Abu vulkanik mengandung unsur yang serupa dengan material penyusun magma seperti silika, aluminium, dan lainnya. Namun, yang paling berbahaya sebenarnya adalah ukuran partikelnya yang sangat kecil dan bersudut tajam, sehingga dapat mengiritasi atau melukai saluran pernapasan,” jelas Happy dalam keterangan yang dirilis situs resmi Itera, Sabtu (5/9/2026).
Terkait hal tersebut, Happy mengimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak sebaran abu vulkanik untuk senantiasa menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, serta mengurangi paparan langsung terhadap abu vulkanik sebagai langkah menjaga kesehatan.
Baca juga : 5 Dampak Penutupan Bandara Soekarno-Hatta: 209 Penerbangan Dibatalkan
Happy juga meminta masyarakat untuk terus mematuhi arahan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), yang melarang aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Masyarakat tidak perlu panik selama tetap mengikuti informasi dan arahan resmi dari pihak berwenang seperti PVMBG dan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika). Jangan mudah terpengaruh oleh informasi hoaks yang beredar di internet,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.