RM.id Rakyat Merdeka - Tiga bandara ditutup sementara (aerodrome closed) karena terindikasi terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, berdasarkan NOTAM terbaru dari AirNav Indonesia, Minggu (6/9/2026).
Status aerodrome closed di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, ditetapkan pada pukul 01.30 hingga 13.30 WIB. Sementara itu, Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, ditutup pada pukul 07.20 hingga 14.00 WIB dan Bandara Radin Inten II, Lampung, pada pukul 07.00 hingga 14.00 WIB.
Berdasarkan data per pukul 09.15 WIB, total penerbangan yang terdampak akibat penutupan tiga bandara tersebut mencapai 336 penerbangan.
Baca juga : Antisipasi Abu Gunung Anak Krakatau, Polres Bogor Bagikan Masker ke Warga
Penutupan dilakukan karena abu vulkanik yang bersumber dari erupsi gunung api dapat berdampak serius terhadap keselamatan dan operasional penerbangan.
Berikut bahaya abu vulkanik terhadap penerbangan, seperti disampaikan Direktorat Meteorologi Penerbangan Badan Klimatologi, Meteorologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Instagram, Minggu (6/9/2026):
1. Merusak Mesin Pesawat
Partikel abu dapat meleleh di dalam mesin dan mengganggu kinerja, bahkan menyebabkan kegagalan mesin.
2. Menurunkan Jarak Pandang
Baca juga : Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan
Partikel abu dapat menggores kaca kokpit dan mengurangi visibilitas saat terbang.
3. Mengganggu Sistem Navigasi & Sensor
Abu vulkanik dapat mengganggu sensor udara, pitot static system, dan perangkat navigasi lainnya.
Untuk keselamatan, penerbangan dapat dialihkan atau ditunda. Ruang udara bandara juga harus ditutup sementara.
Baca juga : 3 Bandara Ditutup Abu Vulkanik, Angkasa Pura Prioritaskan Layanan Penumpang
Pemantauan abu vulkanik dilakukan secara real-time melalui satelit, radar, dan model sebaran, serta dianalisis oleh meteorolog penerbangan BMKG untuk mendukung pengambilan keputusan yang aman bagi operasional penerbangan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.