RM.id Rakyat Merdeka - Universitas Indonesia (UI) menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ), yang dapat diselenggarakan secara daring pada 7-8 September 2026.
Kegiatan praktikum dan kegiatan akademik lainnya yang memerlukan kehadiran langsung, tetap dapat dilaksanakan sesuai pengaturan Fakultas/Sekolah dengan tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan.
Langkah ini merupakan upaya untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, yang telah menyebar ke sejumlah wilayah. Termasuk, DKI Jakarta, Depok dan sekitarnya.
Baca juga : ASN Daerah Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa WFH 50 Persen
"Serta dalam rangka menjaga kesehatan dan keselamatan sivitas akademika, dan memastikan keberlangsungan seluruh kegiatan UI," demikian pernyataan UI melalui Instagram, Senin (7/9/2026).
Kebijakan WFH
Kebijakan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah diberikan kepada pegawai dengan memperhatikan kondisi, beban kerja, dan kebutuhan operasional masing-masing unit kerja.
Unit kerja dengan layanan langsung kepada sivitas akademika dan masyarakat, seperti layanan kesehatan, keamanan, kebersihan, layanan terpadu, teknisi, dan sebagainya tetap melaksanakan tugas dari kantor.
Baca juga : Penutupan Bandara Radin Inten II Lampung Diperpanjang Hingga Pukul 18.00 WIB
Kebijakan PJJ dan WFH di UI dapat diperpanjang sesuai hasil pemantauan dan evaluasi, dengan mempertimbangkan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta informasi dan rekomendasi dari instansi berwenang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.