Sebelumnya
Menindaklanjuti hasil pemantauan tersebut, AirNav Indonesia menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) yang menyatakan seluruh bandara terdampak telah kembali beroperasi. Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang dibuka kembali sejak pukul 00.30 WIB. Disusul Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta pukul 00.40 WIB dan Bandara Husein Sastranegara di Bandung pukul 00.42 WIB.
Selanjutnya, Bandara Budiarto Curug di Tangerang kembali beroperasi mulai pukul 01.25 WIB dan Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan pada pukul 01.28 WIB.
Tiga bandara lainnya, yakni Bandara Muhammad Taufik Kiemas di Sumatera Selatan, Bandara Radin Inten II di Lampung, serta Bandara Salakanagara Tanjung Lesung di Banten, juga kembali dibuka pada Selasa pagi.
“Seluruh Bandar Udara terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah dibuka kembali untuk operasional penerbangan,” demikian keterangan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Kelas Utama melalui Instagram resminya @otbansatu, Selasa (8/9/2026).
Baca juga : Perintah Presiden: Bantuan Beras 10 Kg Lanjut Sampai Desember
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jasa penerbangan untuk memeriksa status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum melaksanakan perjalanan menuju bandara udara,” sambungnya.
Terpisah, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto mengungkapkan, operasi penanganan debu vulkanik Anak Krakatau dilakukan dengan dua metode modifikasi cuaca. “Dengan adanya dua metode ini, harapannya dalam satu sampai dua hari ke depan, persoalan debu vulkanik Gunung Anak Krakatau bisa kita selesaikan dengan catatan tidak ada letusan-letusan baru yang menyemprotkan material vulkanik,” sebut Seto kepada wartawan, Senin (7/9/2026).
Metode pertama diterapkan apabila kondisi langit cerah dan tidak terdapat awan yang dapat digunakan untuk proses penyemaian.
Dalam kondisi tersebut, pesawat operasi modifikasi cuaca akan menyemprotkan campuran air dan surfaktan langsung ke atmosfer.
Baca juga : Pakai Nama Orang Lain, Anggota DPRD Bengkulu Diduga Terima Mobil Mercy
“Karena yang kita semprotkan ini adalah air plus surfaktan. Jadi, ada bahan tertentu yang mampu mengikat debu sehingga dia akan jatuh,” jelas Seto.
Sementara metode kedua dilakukan apabila terdapat awan yang cukup untuk proses penyemaian. Dalam skenario tersebut, BMKG menggunakan air yang dicampur dengan bahan semai untuk mengaktivasi awan agar menghasilkan hujan. “Nanti kalau sudah ada awan tumbuh, bahannya kita ganti menjadi air, tetapi kita campur dengan bahan semai. Dia akan mengaktivasi awan jadi menjatuhkan hujan,” paparnya.
Sekolah Offline Lagi
Selain bandara, aktivitas sekolah kembali normal. Di Jakarta, metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau online yang berlangsung pada 6-7 September 2026, resmi dihentikan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan, PJJ tidak diperpanjang. Hari ini, Rabu (8/9/2026), kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah atau offline kembali dilakukan secara normal.
Baca juga : Amien Widodo: Rumit, Karena Punya Bagian Berbeda-beda
Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan sejumlah kondisi, termasuk wilayah Jakarta yang sudah tak terkena paparan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). “Tadi saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk segera mengeluarkan SE (surat edaran),” kata Pramono di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (8/9/2026). [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.