RM.id Rakyat Merdeka - Bupati Jember, Muhammad Fawait menanggapi santai wacana pencalonan dirinya sebagai Gubernur Jawa Timur (Jatim) periode 2029-2034. Politisi Partai Gerindra itu menegaskan, prioritasnya masih tertuju pada program pembangunan, pengentasan kemiskinan, serta penuntasan berbagai tanggung jawab di Kabupaten Jember.
“Semua doa baik, tentu kami amin kan. Tapi, soal pemilihan gubernur, izinkan saya fokus bekerja terlebih dahulu untuk mewujudkan janji kampanye dan seluruh program kerja di Kabupaten Jember,” ujar Gus Fawait, sapaan Muhammad Fawait, di Jember, Jatim, dikutip Selasa (15/9/2026).
Dia menambahkan, keputusan tentang pencalonan kader Partai Gerindra di Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) 2029, merupakan kewenangan pimpinan partai di tingkat pusat. Sebagai kader, lanjut Gus Fawait, dia tidak bisa mendahului dan mengintervensi sikap atau keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
“Urusan Pilkada, itu keputusan beliau-beliau yang ada di Jakarta. Tugas saya sekarang, menjaga dan menjalankan amanah yang telah diberikan masyarakat, serta menyukseskan berbagai program prioritas Pemerintah Pusat,” tegasnya.
Baca juga : BP BUMN-Danantara Minta Jangan Rugikan Konsumen
Gus Fawait juga menegaskan kesiapan pihaknya untuk menjalankan setiap tugas dan amanah partai. “Sebagai kader, kami siap ditempatkan di mana saja, baik diminta melanjutkan di Jember, ditugaskan di tempat lain, ataupun tidak mencalonkan diri lagi,” imbuhnya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember, Ahmad Halim menyatakan dukungan kepada Gus Fawait, untuk maju menjadi calon Gubernur Jatim.
“Yang saya hormati, Gubernur Jawa Timur yang saat ini masih menjabat Bupati Jember, Muhammad Fawait,” ujarnya dalam sidang paripurna Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2026, di Gedung DPRD Jember, Jatim, Senin (14/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kabupaten Jember itu menyinggung sejumlah “tanda alam” tentang kontestasi Pilkada Jatim ke depan. Di antaranya, urai dia, tampilnya sejumlah tokoh asal Jember di kancah kepemimpinan Provinsi Jatim.
Baca juga : Pram Tak Mau Buru-buru Gelar CFD 2 Kali Sepekan
“Ketua MUI Jawa Timur saat ini, berasal dari Jember, Abdul Halim Subahar. Kemudian, ada tokoh masyarakat Jember yang menjadi Ketua Pramuka Jawa Timur, Muhammad Arum Sabil. Ini bukan omongan Cak Nun (Emha Ainun Najib), tapi omongan Cak Halim,” kelakarnya.
Selain itu, Halim juga menyebut nama Muhammad Balya Firjaun Barlaman, yang menjadi salah satu Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Jatim.
“Ke depan, mudah-mudahan ada seorang gubernur dari Jember,” harap dia.
Lebih lanjut, Halim menguraikan keberhasilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember di bawah kepemimpinan Gus Fawait. Dia menilai, Pemkab Jember memiliki nilai positif dalam pelayanan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Baca juga : Inter Pantang Main Aman
“Gus Fawait akan dicatat sejarah, ketika menjadi Gubernur Jatim. Di Jember jumlah masyarakat miskin turun, dan hal itu sudah menjadi catatan dari pemerintah pusat,” ucapnya.
Halim menambahkan, dirinya juga mencermati gelagat sejumlah partai politik (parpol) di Pilkada Jatim tahun 2029 nanti. Menurut dia, masing-masing parpol akan mencalonkan kader terbaiknya, untuk menghadapi kontestasi mendatang.
“PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Demokrat, berpotensi mengusung kader di Pilkada Jatim. Itu akan kita lihat potensi-potensinya. Tidak menutup kemungkinan, Partai Gerindra akan bekerja sama dengan semua partai di Pilkada 2029,” tandasnya. [OSP]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.