Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Deklarasi New Delhi Setebal 45 Halaman
Dipimpin Jinping, BRICS Banyak Peminatnya
Selasa, 15 September 2026 07:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di bawah kepemimpinan Presiden China Xi Jinping pada 2027, BRICS diprediksi akan semakin banyak peminatnya. Apalagi, Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di India, akhir pekan lalu, telah menghasilkan Deklarasi New Delhi setebal 45 halaman yang berisi reformasi tata kelola global, perdamaian, ekonomi, hingga penguatan posisi negara-negara Global South.
KTT yang digelar di Bharat Mandapam, New Delhi, India pada 12-13 September 2026 dihadiri sejumlah pemimpin negara anggota BRICS. Di antaranya Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping, Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, dan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Sejumlah pemimpin negara anggota foto bersama saat menghadiri KTT BRICS 2026 yang digelar di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). (Foto: BPMI Setpres)
Deklarasi New Delhi menegaskan komitmen BRICS terhadap tata kelola global yang lebih inklusif, multilateralisme, perdamaian dan keamanan internasional, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
Para pemimpin BRICS juga menyoroti ancaman konflik, polarisasi, dan fragmentasi dunia. Mereka mendorong penyelesaian sengketa melalui dialog, konsultasi, dan diplomasi, termasuk diplomasi preventif serta mediasi.
Dalam isu Palestina, BRICS menolak tegas segala upaya pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza. Deklarasi juga mendorong penyelesaian damai konflik di Gaza, Iran, dan Ukraina.
Baca juga : Kapal Virgo Yang Tenggelam: Angkut 243 Orang, Usianya 39 Tahun
BRICS menyatakan keprihatinan atas kekerasan yang masih terjadi di Gaza meski telah ada kesepakatan gencatan senjata pada Oktober 2025. Para pemimpin BRICS menegaskan, solusi konflik Israel-Palestina harus menjamin hak rakyat Palestina, termasuk hak menentukan nasib sendiri dan kembali.
“Kami menegaskan kembali bahwa solusi yang adil dan langgeng bagi konflik Israel-Palestina hanya dapat dicapai melalui cara-cara damai dan bergantung pada pemenuhan hak-hak sah rakyat Palestina, termasuk hak untuk menentukan nasib sendiri dan kembali,” bunyi deklarasi tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (14/9/2026).
Presiden Prabowo Subianto menilai BRICS merupakan forum strategis untuk menyatukan sekaligus memperkuat suara negara-negara Global South dalam menentukan arah masa depan dunia.
“BRICS dapat menyatukan suara negara-negara Global South dan memperkuatnya ketika kita bersama-sama membentuk masa depan,” ujar Prabowo dalam sesi terbuka KTT BRICS.
Prabowo menegaskan, kerja sama BRICS harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kesepakatan yang dibuat tidak boleh berhenti sebagai dokumen, tetapi harus diterjemahkan menjadi program konkret.
Jinping Pimpin BRICS
Baca juga : Kasus Suap Proyek Bengkulu, KPK Geledah Rumah Vendor
China akan memegang presidensi BRICS pada 2027 sekaligus menjadi tuan rumah KTT BRICS ke-19. Saat ini, BRICS beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Arab Saudi, Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab, dan Indonesia.
Presiden China Xi Jinping menyampaikan pesan tegas mengenai pentingnya penyelesaian damai konflik di Timur Tengah. Beijing juga menyatakan kesiapan memainkan peran lebih besar dalam menjaga stabilitas kawasan.
“Semua pihak terkait harus berpegang pada arah penyelesaian politik serta mendorong gencatan senjata yang permanen dan komprehensif. Kita harus memprioritaskan penanganan akar permasalahan,” ujar Jinping dalam pidatonya pada KTT BRICS di New Delhi.
Menurutnya, konflik di Timur Tengah dan kawasan Teluk telah menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat. Persoalan Palestina, lanjutnya, tetap menjadi inti masalah Timur Tengah sehingga solusi dua negara antara Israel dan Palestina harus diwujudkan.
“China bersedia bekerja sama dengan anggota BRICS untuk memainkan peran semestinya dalam mewujudkan perdamaian dan ketenangan di Timur Tengah serta kawasan Teluk,” kata Jinping.
Baca juga : Titi Anggraini: Secara Teknologi Dan Konstitusi Sudah Siap
Sementara itu, Presiden Rusia, Vladimir Putin mengungkapkan, bahwa minat internasional terhadap blok ekonomi BRICS terus melonjak drastis. Alasannya, karena nilai-nilai dasar dan prinsip independen yang diusung BRICS menjadi daya tarik utama bagi negara-negara di berbagai belahan dunia yang mendambakan keadilan ekonomi.
"Seperti komitmen terhadap jalur independen serta keinginan menyelesaikan masalah secara kolektif berdasarkan hukum internasional dan Piagam PBB- sangat memikat bagi banyak negara," ujar Putin. [BYU/FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya