BREAKING NEWS
 

Nangis Teringat Penderitaan Warga Gaza, Prabowo Pekikkan Free Palestina

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : UJANG SUNDA
Senin, 21 September 2026 08:51 WIB
Presiden Prabowo Subianto berpelukan dengan Dubes Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A.K. Al-Sattari, di resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). (Foto: Bakom RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto tak kuasa menahan tangis saat mengenang penderitaan rakyat Palestina yang ditindas Zionis Israel. Di hadapan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A.K. Al-Sattari, Prabowo memekikkan Free Palestine! sebanyak tiga kali.

Momen haru itu terjadi dalam resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Acara dihadiri banyak tokoh. Di antaranya, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Profesor Brian Yuliarto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Grand Syekh Al-Azhar Mesir Muhammad Abdurrahman Muhammad al-Dluwaini, serta para Duta Besar (Dubes) negara sahabat.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo “mengabsen” semua tokoh yang hadir, termasuk para Dubes. Ketika Prabowo menyapa Dubes Palestina Abdulfattah, suasana menjadi riuh. Dubes Abdalfatah berdiri dan disambut tepuk tangan hadirin.

Prabowo kemudian memekikkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. "Free Palestine! Free Palestine! Free Palestine!” ucapnya, lantang. Para tamu yang hadir ikut menerikkan dukungan yang sama.

Dubes Abdalfatah sangat bahagia dengan dukungan ini. Ia lalu mengangkat sorbannya, dengan isyarat akan diberikan ke Prabowo. Prabowo pun meminta untuk naik ke panggung.

Di atas panggung, Dubes Abdalfatah mengenakan sorban itu di bahu Prabowo. Keduanya lantas berpelukan hangat. Di momen ini, Prabowo terlihat berkaca-kaca.

Baca juga : Pastikan Kabinet Terus Bekerja, Prabowo: Kita Dituduh Kurang Komunikasi

Prabowo kemudian kembali ke podium untuk melanjutkan pidato. Namun, suaranya terdengar bergetar menahan sedih. Prabowo mengaku teringat pada penderitaan rakyat Palestina yang hingga kini masih menghadapi serangan dari Israel.

“Saya minta maaf. Tadi saya teringat Saudara-saudara kita di Palestina. Mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus. Dan kita seolah kurang berdaya untuk membantu mereka,” ucap Prabowo.

Menurut Prabowo, kondisi yang dialami Palestina harus menjadi dorongan bagi masyarakat Indonesia, khususnya para kiai, ulama, pendidik, dan santri. "Ini saya kira harus mendorong dan memicu suatu kehendak. Kehendak untuk belajar sungguh-sungguh. Kehendak untuk membangun bangsa Indonesia yang kuat,” ucap Ketua Umum Partai Gerindra itu. 

Prabowo mengingatkan, negara harus kuat. Jangan mudah ditekan negara lain. "Karena bangsa yang tidak kuat, bangsa itu akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa lain,” ucapnya.

Adsense

Kepala Negara lantas mengajak generasi penerus bangsa untuk berani belajar dari sejarah. Terutama mengakui berbagai kelemahan dan kekurangan yang pernah dimiliki Indonesia.

Ia menegaskan, bangsa Indonesia harus jujur. Jangan hanya bicara soal kehebatan. "Kita harus jujur. Bukan kepada orang lain, tetapi kita harus jujur kepada diri kita sendiri,” ajak mantan Danjen Kopassus itu. 

Baca juga : Keluarga 5 Jurnalis Sudah Ikhlas, Tapi Tetap Ikhtiar

“Saya berharap dari generasi penerus, dari ustaz-ustaz, dari ulama-ulama, untuk bisa membangunkan keberanian, untuk belajar dari kelemahan-kelemahan kita sendiri, kekurangan-kekurangan kita sendiri,” sambung ia. 

Prabowo kemudian menyinggung sejarah panjang Indonesia yang pernah berada di bawah penjajahan bangsa lain. "Ini kenyataan yang pahit. Bapak-bapak kita, eyang-eyang kita, kakek-kakek kita, pendahulu-pendahulu kita, berjuang, melawan. Namun, cukup lama kita berada di bawah telapak kaki bangsa lain,” ucapnya.

Karena itu, Prabowo menegaskan, Indonesia harus memiliki tekad untuk tidak kembali berada di bawah penjajahan bangsa lain. Kekuatan bangsa menjadi syarat penting agar Indonesia mampu menjaga kedaulatan.

Dubes Abdalfatah mengapresiasi kuatnya dukungan Prabowo dan masyarakat Indonesia terhadap Palestina. "Ini bukan pertama kalinya Presiden menyampaikan tentang situasi di Palestina. Dalam berbagai pidatonya, dan juga para pemimpin Indonesia, mereka berbicara tentang Palestina,” ucapnya.

Menurut Abdulfattah, suasana di Gontor semakin bermakna ketika nama Palestina disebut dalam sambutan Prabowo. “Saya merasa sangat bahagia ketika melihat beliau hadir, dan saya memutuskan untuk memberikan kefiyeh (sorban) Palestina kepada beliau, untuk berterima kasih kepada beliau,” ucapnya. 

Abdalfatah menerangkan, sorban yang diberikan kepada Prabowo bukan sekadar benda atau simbol budaya. Sorban itu membawa ingatan mengenai sejarah dan perjuangan rakyat Palestina. 

Baca juga : Tentang Meditasi Di Air & Buku Yang Membuat Menangis

"Saya menangis setelah itu, karena ketika saya memeluk beliau, saya merasa kami tidak sendirian. Indonesia berdiri bersama Palestina dan rakyat saya tidak sendirian di Gaza dan Tepi Barat,” ucapnya.

Dukungan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina tidak hanya disampaikan melalui pernyataan politik. Indonesia menjalankan berbagai langkah konkret. Mulai dari diplomasi internasional, bantuan kemanusiaan, dukungan terhadap lembaga internasional, hingga keterlibatan dalam upaya perdamaian dan rekonstruksi Gaza.

Indonesia konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara. Sikap ini selalu disampaikan dalam forum internasional. Indonesia juga terus memberikan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina. 

Hingga Februari 2026, bantuan yang tercatat disalurkan mencapai sekitar 2.580 ton senilai 22,55 juta dolar AS. Pada April 2026, Indonesia kembali mendukung pengiriman sekitar 500 ton bantuan ke Gaza melalui konvoi 24 truk.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense