Sebelumnya
Dari Malinau, Sjafrie menuju Tana Tidung. Dia disambut Bupati Ibrahim Ali, Camat Betayau Jonathan, jajaran TNI, dan unsur terkait. Pertemuan berlangsung hangat dan menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara Pemerintah Daerah dan jajaran pertahanan.
Bagi Tana Tidung, kunjungan Menhan memiliki arti strategis. Wilayah ini menghadapi tantangan pembangunan dan konektivitas, sekaligus berada dalam lingkungan kawasan perbatasan. Karena itu, keamanan dan pembangunan dipandang sebagai dua hal yang saling berkaitan.
Bupati Ibrahim menyambut kunjungan tersebut sebagai bentuk perhatian Pemerintah pusat terhadap Kalimantan Utara. Dia berharap, sinergi Pemerintah Daerah dan TNI terus diperkuat untuk menjaga keamanan, ketahanan, dan pembangunan.
Baca juga : Menhan Sjafrie Kobarkan Semangat Prajurit TNI di Perbatasan NKRI
Sehari sebelumnya, di Bulungan, Sjafrie juga menegaskan fungsi ganda Yonif TP. Selain kemampuan tempur, prajurit dituntut menguasai pertanian, peternakan, perikanan, konstruksi, dan pelayanan kesehatan.
“Kalian berada di tempat ini untuk menjaga kedaulatan negara dan membuat rakyat merasa aman serta nyaman. Kalian adalah prajurit TNI yang lahir dari rakyat, dibiayai oleh rakyat, dan bertugas membalas jasa rakyat melalui pengabdian terbaik,” kata Sjafrie.
Di Sebuku, Nunukan, pesan serupa disampaikan kepada Yonif TP 881/Baratama Dharma yang berada di garis depan perbatasan darat. Sjafrie menegaskan prajurit harus siap menghadapi ancaman dan mengawal kedaulatan NKRI.
Baca juga : Kunjungi Natuna, Ketua MPR Soroti Penguatan Kesejahteraan Masyarakat Perbatasan
“Orang tua kalian adalah rakyat Indonesia, orang tua kalian sudah mewakafkan kalian untuk menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia. Tugas prajurit hanya satu: menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan membuat rakyat Indonesia aman dan nyaman,” ujarnya.
Dua hari perjalanan itu memperlihatkan wajah Kalimantan Utara dari sisi pertahanan dan pembangunan. Di perbatasan, pertahanan bukan sekadar soal senjata atau garis pada peta. Ia juga hadir melalui rasa aman, akses yang terbuka, pembangunan, serta kedekatan prajurit dengan masyarakat.
Di wilayah paling utara Nusantara itu, negara diuji untuk tetap hadir. Prajurit menjaga batas, Pemerintah Daerah mengurus pembangunan, dan masyarakat menjalani kehidupan di antara keduanya.
Baca juga : 105 Unit Ranpur Amfibi Buatan AS Perkuat Korps Marinir
Kunjungan Menhan diakhiri dengan penguatan moral, yel-yel komando, dan doa bersama untuk keselamatan serta keberhasilan prajurit Yonif TP 921/Alang Impang dalam menjaga benteng terdepan Nusantara.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Sjafrie didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, S.E; Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan, Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari, serta Panglima Kodam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.