RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong penguatan kolaborasi dan pertukaran pengetahuan dalam pengembangan infrastruktur energi, khususnya sistem pumped-storage, saat mengunjungi Veytaux Pumped-Storage Power Plant di Veytaux, Swiss.
Kunjungan Menko AHY ini menjadi bagian dari agenda kerja AHY di Swiss untuk melihat langsung tata kelola, teknologi, dan manajemen operasional fasilitas pembangkit listrik tenaga air pompa yang dikelola HYDRO Exploitation SA.
Ketua Umum Partai Demokrat ini menilai pengalaman Veytaux penting bagi Indonesia yang tengah mempercepat transisi energi dan membutuhkan sistem kelistrikan yang fleksibel.
“Melalui pertukaran pengetahuan dengan pengelola Veytaux, kita ingin memastikan kesiapan operasional, integrasi jaringan, serta pengelolaan proyek pumped-storage di Tanah Air dapat berjalan optimal,” kata AHY dalam keterangannya, Minggu (4/10/2026).
Baca juga : Digeser Dari Menko Jadi Ketua Wantimpres, Pratikno: Kami Yakin Bisa Beri Saran
Veytaux memanfaatkan perbedaan elevasi sekitar 880 meter antara Danau Geneva dan Waduk Hongrin untuk menyimpan energi dalam skala besar. Ketika kebutuhan listrik rendah, air dipompa ke waduk yang lebih tinggi menggunakan kelebihan listrik, lalu dialirkan kembali melalui turbin saat permintaan meningkat.
Fasilitas tersebut menjadi contoh pemanfaatan pumped-storage sebagai semacam “baterai raksasa” bagi sistem kelistrikan. Teknologi ini memungkinkan energi disimpan dan dilepaskan kembali ketika jaringan membutuhkan tambahan pasokan, sekaligus membantu menjaga keseimbangan sistem.
Pengalaman Veytaux juga dinilai relevan karena fasilitas tersebut telah beroperasi selama lebih dari lima dekade dan menjalani ekspansi Veytaux II. Proyek tersebut menggandakan kapasitas sistem dari 240 megawatt (MW) menjadi 480 MW, termasuk cadangan 60 MW. (Alpiq)
Dalam pengembangan Veytaux II, pengelola menggandeng École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL) untuk menguji teknologi melalui model fisik berskala 1:30. Pengujian itu digunakan untuk mempelajari perilaku sistem hidraulik fasilitas baru sebelum pengoperasian skala penuh. (Berita EPFL)
Baca juga : Panggung Indonesia Nilai Zulhas Menko Terbaik, Layak Dampingi Prabowo di 2029
Pelajaran dari Swiss tersebut menjadi penting bagi Indonesia karena tengah menyelesaikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Upper Cisokan di Jawa Barat berkapasitas 1.040 MW. Proyek ini merupakan pumped-storage skala besar pertama Indonesia dan dirancang memperkuat keandalan sistem kelistrikan Jawa-Bali. (PLN Web)
Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, sistem penyimpanan energi mendapat porsi penting untuk mendukung penambahan pembangkit energi terbarukan. Dokumen tersebut menargetkan 4,3 GW pumped-storage, sementara total tambahan kapasitas pembangkit hingga 2034 mencapai 69,5 GW. (Kementerian ESDM)
Kehadiran pumped-storage diharapkan membantu sistem Jawa-Bali menerima lebih banyak pembangkit energi terbarukan, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), yang produksinya dapat berubah mengikuti kondisi alam. PLN mencatat sistem penyimpanan energi dibutuhkan untuk meningkatkan fleksibilitas dan menjaga keandalan jaringan ketika porsi energi terbarukan semakin besar.
Bagi pemerintah, pertukaran pengalaman dengan pengelola Veytaux bukan sekadar soal teknologi, tetapi juga menyangkut kesiapan operasi, integrasi jaringan, mitigasi risiko investasi, serta pengelolaan aset dalam jangka panjang. Pengalaman ekspansi Veytaux yang berlangsung lebih dari satu dekade memberikan rujukan bagi pengembangan fasilitas serupa di Indonesia.
Baca juga : Bahlil Makin Dipercaya Presiden
Dalam kunjungan tersebut, AHY didampingi Duta Besar Indonesia untuk Swiss merangkap Kepangeranan Liechtenstein I Gede Ngurah Swajaya, Deputi Infrastruktur Dasar Nazib Faizal, Staf Khusus Menko Infrastruktur Herzaky Mahendra Putra, Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum Ahmad Khoirul Umam, Tenaga Ahli Menko Infrastruktur Mira Permatasari, dan Diska Putri Pamungkas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.