RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman memastikan, situasi politik dan keamanan nasional tetap kondusif.
"Saya lihat situasi kondisi politik saat ini adem ayem, artinya kondusif," kata Dudung, di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Dudung menerangkan, Pemerintah terus berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memantau perkembangan di lapangan dan memastikan kondisi di masyarakat tetap terjaga. Koordinasi dilakukan dari pusat sampai daerah.
"Kita juga berkoordinasi secara langsung kepada aparat-aparat terkait, termasuk situasi di wilayah," paparnya.
Baca juga : Prabowo Bicara Serangan Fisik & Non Fisik di HUT ke-81 TNI: Ekonomi Kita Diganggu
Sebelumnya, saat konferensi pers usai serah terima jabatan dengan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago di Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Senin (5/10/2026), Dudung juga memastikan hal yang sama.
Ia menerangkan, Kemenko Polkam memperkuat koordinasi dan sinkronisasi menghadapi berbagai dinamika ke depan. “Kita ciptakan situasi keamanan dan politik yang semakin kondusif, dan kita bisa kendalikan," tutur Dudung.
Dudung juga berencana berkomunikasi dengan para ketua umum partai politik untuk memastikan dinamika politik tetap terkendali. "Saya akan sowan. Situasi ini harus betul-betul bisa dikendalikan," imbuhnya.
Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini menerangkan, Presiden Prabowo Subianto berpesan mengenai pentingnya menjaga situasi kondisi tetap terkendali. Stabilitas politik dan keamanan diperlukan agar program prioritas Pemerintah lancar berjalan.
Baca juga : Lapas Mewah Dibangun 2023, Pakai Dana Napi
Dudung paham, situasi politik tidak selalu landai. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Termasuk soal gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) yang ramai di media sosial.
Ia berpesan ke seluruh pihak, agar menjaga persatuan dan kesatuan, apa pun yang terjadi. "Kita tetap jaga keutuhan, persatuan, dan kesatuan, sehingga situasi politik tidak kemudian semakin runyam," tandasnya.
Pernyataan Dudung tadi sejalan dengan kondisi politik dan keamanan yang berlangsung. Sejauh ini, para tokoh nasional terlihat guyub. Bukan hanya di internal koalisi, tapi juga dengan kalangan yang berada di luar pemerintahan.
Buktinya terlihat jelas saat Presiden Prabowo Subianto bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Senin (28/9/2026) sore. Prabowo datang menyampaikan belasungkawa atas wafatnya adik Megawati, Guruh Soekarnoputra. Pertemuan itu berlangsung sangat akrab. Ketua PDIP Puan Maharani menyebutnya, seperti keluarga.
Baca juga : Pesan Presiden Ke Kepala Bakom Baru: Dengarkan Keluhan Dan Kritik Masyarakat
Kemudian, dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10/2026), Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) juga tampak mesra dan hangat bersama pimpinan lembaga tinggi negara.
Kondisi di parlemen juga solid dan kondusif. Para pimpinan DPR selalu kompak dalam memutuskan kebijakan. Salah satu contohnya, dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu. Wakil Ketua DPR yang juga Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad melibatkan semua parpol untuk membahas RUU ini.
Dari sisi pergerakan massa, tak ada demonstrasi besar dan isu krusial yang mengancam persatuan. Aksi ribuan buruh yang mengawal pengesahan RUU Ketenagakerjaan, di depan Gedung DPR, Selasa (6/10/2026), berjalan tertib.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.