RM.id Rakyat Merdeka -
Pemerintah Indonesia mendorong penguatan tata kelola royalti hak cipta lintas negara agar lebih transparan, akuntabel, dan saling terhubung demi menjamin hak para pencipta. Wakil Menteri Hukum RI, Edward Omar Sharif Hiariej, menegaskan pentingnya kolaborasi global ini saat menutup Global Dialogue di Bali, Kamis (8/10/2026).
Baca juga : Indonesia Dorong Tata Kelola Royalti Hak Cipta Digital Lintas Negara di Bali
"Karya kreatif dapat melintasi batas negara dalam hitungan detik. Kerja sama kita untuk melindungi orang-orang di balik karya tersebut harus sama kuatnya dan berjalan tanpa hambatan," ujar Eddy.
Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum RI, Hermansyah Siregar, menyampaikan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan pada perbedaan hak substantif, melainkan data yang tidak lengkap atau saling bertentangan. Persoalan seperti terbatasnya transparansi penggunaan karya, metadata tidak akurat, hingga kontrak yang hilang sering kali memutus rantai pengelolaan royalti. Untuk itu, para peserta dialog mengusulkan penelusuran royalti secara menyeluruh dari awal hingga akhir, termasuk proyek percontohan lintas negara pada sekitar 100 karya musik.
Baca juga : BI: Kolaborasi Lintas Negara Jadi Kunci Hadapi Tantangan Ekonomi Global
Menanggapi tantangan negosiasi lisensi di platform digital global, pihak World Intellectual Property Organization (WIPO) menyodorkan infrastruktur WIPO Connect untuk memperbaiki pertukaran data antarnegara. Michel Allain dari Copyright Management Division WIPO menggarisbawahi perlunya penyelesaian secara menyeluruh di tingkat internasional.
"Pasarnya global, maka solusinya juga harus global," tegas Allain.
Baca juga : BCA Gandeng AFFIN Bank Perkuat Layanan Transaksi Lintas Negara
Indonesia juga mengusulkan adanya parameter global sebagai acuan bersama dalam menentukan perkembangan nilai royalti, yang akan diperjuangkan pada sidang SCCR WIPO mendatang. Hermansyah Siregar menambahkan bahwa sistem yang berbeda antarnegara tidak harus disagamkan, melainkan harus mampu saling memahami.
"Kami siap melanjutkan diskusi yang lebih teknis bersama seluruh mitra yang berminat, secara terbuka dan inklusif," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.