RM.id Rakyat Merdeka - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyusun strategi untuk membebaskan desa-desa di Indonesia dari ancaman peredaran narkoba.
Kolaborasi ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan desa yang aman sekaligus mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kesepakatan tersebut mengemuka dalam audiensi Yandri Susanto dengan Kapolri di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Pertemuan itu menjadi langkah memperkuat sinergi antarlembaga dalam memberantas narkoba, khususnya hingga ke tingkat desa.
Baca juga : Bamsoet: Peredaran Vape Bermuatan Narkotika Cair Sudah Sangat Mengkhawatirkan
Suyudi mengatakan, salah satu strategi yang akan dimaksimalkan adalah program Desa Bersih Narkoba (Bersinar) melalui kolaborasi Polri dengan Kemendes PDT.
Program ini ditargetkan mampu menjadikan seluruh desa di Indonesia terbebas dari peredaran narkotika.
"Kita berharap seluruh desa di Indonesia ini bersinar: bersih narkoba, dari Sabang sampai Merauke. Tentunya ada indikasi penilaiannya, tidak sembarangan begitu saja, tetapi betul-betul ini bisa terpenuhi sehingga sebuah desa itu layak dikatakan sebagai desa yang bersih narkoba," ujar Suyudi, Jumat (31/10/2026).
Selain Desa Bersinar, Kapolri juga mendorong penguatan program Integrasi Kurikulum Antinarkotika (IKN). Program yang sebelumnya digagas Suyudi saat bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN) tersebut telah diluncurkan bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti.
Baca juga : Rudianto Lallo: Langkah Preventif Agar Aksi Berjalan Damai
Menurutnya, edukasi sejak dini penting agar anak-anak memahami bahaya narkotika, jenis-jenisnya, perkembangan peredarannya hingga konsekuensi hukum yang harus dihadapi.
Dengan begitu, generasi muda memiliki ketegasan untuk menolak ajakan penyalahgunaan narkoba, baik di sekolah maupun lingkungan pergaulan.
Sementara itu, Yandri Susanto menegaskan, kolaborasi dengan Polri merupakan langkah penting untuk memastikan desa menjadi lingkungan yang aman dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Yandri mengingatkan, persoalan narkoba, minuman keras hingga berbagai tindak kejahatan lainnya berpotensi mengganggu keamanan dan aktivitas masyarakat di desa.
Baca juga : Bambang Rukminto: Perlu Diapresiasi, Tapi SOP-nya Harus Jelas
Karena itu, langkah pencegahan harus diperkuat melalui kerja sama lintas sektor.
"Nah, ini yang ingin kami maksimalkan berkolaborasi dengan Pak Kapolri dan jajaran, karena dengan kolaborasi ini, sesuai dengan pesan Bapak Presiden, kita ini bukan superman, tapi adalah kita superteam," kata Yandri.
Yandri menambahkan, Kemendes PDT siap mendukung penuh program Desa Bersinar. Dari total 75.266 desa di Indonesia, seluruhnya akan menjadi sasaran kolaborasi agar peredaran narkoba tidak menyasar masyarakat pedesaan.
Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap upaya pemberantasan narkoba tidak hanya mengandalkan penindakan hukum, tetapi juga mengedepankan pencegahan dan edukasi masyarakat demi mewujudkan desa yang aman, sehat, dan bebas narkoba.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.