Dark/Light Mode

Kapolri-Menkomdigi Perkuat Sinergi Perangi Scam hingga Judol

Selasa, 27 Oktober 2026 15:19 WIB
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bersama Menkomdigi Meutya Hafid (kanan) dalam konferensi pers usai audiensi, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (27/10/2026). (Foto: Dok. Humas Polri)
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bersama Menkomdigi Meutya Hafid (kanan) dalam konferensi pers usai audiensi, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (27/10/2026). (Foto: Dok. Humas Polri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid memperkuat sinergi untuk memberantas kejahatan digital. Keduanya sepakat mempercepat langkah pengamanan ruang digital, mulai dari penipuan online, love scamming, judi online (judol), hingga penyebaran hoaks.

Kesepakatan tersebut dibahas dalam audiensi Menkomdigi dengan Kapolri di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (27/10/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari penguatan Memorandum of Understanding (MoU) antara Polri dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Kapolri menegaskan, perkembangan teknologi yang begitu cepat harus diimbangi dengan kolaborasi lintas lembaga dan peningkatan literasi digital masyarakat. Langkah ini penting agar masyarakat tidak mudah menjadi korban kejahatan di ruang siber.

Baca juga : Meutya Lapor Kapolri Soal Kejahatan Digital, Dari Jual-Beli Data hingga Judol

"Kami sepakat untuk sama-sama bersinergi, berkolaborasi untuk menjaga ruang digital ini lebih aman dan semakin aman. Karena kita tahu perkembangan teknologi begitu cepat," kata Kapolri, dalam konferensi pers usai pertemuan.

Ia menerangkan, kejahatan digital semakin meresahkan masyarakat. Karena itu, diperlukan langkah cepat dan terkoordinasi untuk menekan berbagai tindak pidana yang memanfaatkan teknologi, termasuk penipuan daring, love scamming, judi online, dan penyebaran informasi bohong.

"Sehingga kejahatan-kejahatan di ruang digital ini bisa kita eliminir, bisa kita lakukan upaya-upaya yang cepat. Karena ini terus terang sangat mengganggu dan sangat meresahkan masyarakat, ya," ujar Kapolri.

Baca juga : PAN Sumatera Utara Resah Dengan Peredaran Narkoba

Menkomdigi menambahkan, pertemuan tersebut juga membahas langkah konkret untuk mempercepat pengamanan ruang siber agar masyarakat dapat mengakses ruang digital dengan lebih aman.

Ia menyebut, banyaknya aduan masyarakat menjadi perhatian bersama. Sejalan dengan tagline baru Polri, yakni "Polri Bersama Rakyat", pemerintah akan melihat secara serius berbagai aspirasi dan keluhan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kejahatan digital.

"Bagaimana membuat ruang digital yang lebih aman untuk semua. Kita pahami bahwa permasalahan saat ini banyak sekali aduan masyarakat karena tagline baru Polri, 'Polri Bersama Rakyat'. Jadi kita akan betul-betul melihat apa atensi dari masyarakat, terkhusus yang terkait ranah digital," ucapnya.

Baca juga : GANNAS Usul Staf Khusus Presiden Bidang Penanggulangan Narkotika

Ia berharap, sinergi antara Komdigi dan Polri semakin intensif sehingga penanganan kejahatan siber dapat dilakukan lebih cepat dan efektif. Kolaborasi kedua lembaga ini diharapkan mampu menciptakan ruang digital yang aman bagi seluruh masyarakat.

"Pada prinsipnya adalah kami siap berkolaborasi, berkoordinasi dengan lebih intens lagi dengan Polri terkhusus di bawah pimpinan Pak Kapolri, Bapak Suyudi," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.