RM.id Rakyat Merdeka - Sebanyak 50 mahasiswa Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, mengunjungi Redaksi Rakyat Merdeka di Gedung Graha Pena, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2026). Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa berdiskusi mengenai masa depan media cetak, transformasi digital, hingga tantangan menjaga kualitas jurnalistik di tengah derasnya arus informasi media sosial.
Rombongan mahasiswa yang berasal dari angkatan 2024 hingga 2026 itu didampingi Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi, Dr. Mokhamad Mahfud, S.Sos.I., M.Si., dan Sekretaris Program Studi, Alip Kunandar, S.Sos., M.Si. Mahfud mengatakan, kunjungan industri merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat langsung praktik jurnalistik di lingkungan perusahaan media. Pengalaman tersebut diharapkan dapat mempertemukan pengetahuan teoretis yang diperoleh di perkuliahan dengan realitas dunia kerja.
"Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman langsung mengenai bagaimana industri media bekerja. Dengan datang ke redaksi, mereka bisa melihat proses jurnalistik secara nyata, mulai dari pengumpulan informasi hingga berita dipublikasikan," ujar Mahfud.
Baca juga : KJMU Terlambat Cair, Mahasiswa Menjerit
Sementara Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi, Alip Kunandar M.Si., mengatakan, keberadaan Rakyat Merdeka yang masih mempertahankan penerbitan koran cetak, menjadi salah satu daya tarik kunjungan tersebut. Menurutnya, mahasiswa yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital umumnya lebih akrab dengan media daring dan media sosial. Karena itu, mereka memiliki rasa ingin tahu mengenai bagaimana koran cetak tetap bertahan di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.
"Anak-anak sekarang lebih dekat dengan media digital. Karena itu, menarik bagi mereka untuk mengetahui, bagaimana Rakyat Merdeka tetap mempertahankan koran cetak sekaligus mengembangkan platform digital," kata Alip.
Rasa ingin tahu tersebut terlihat dari sejumlah pertanyaan mahasiswa kepada jajaran redaksi. Mereka tidak hanya menanyakan keberlangsungan bisnis media cetak, tetapi juga strategi pemberitaan politik, kebebasan pers, proses peliputan, serta perbedaan antara produk jurnalistik dan informasi yang beredar di media sosial.
Baca juga : Didukung Jamkrindo, Mahasiswa Tangsel Diajak Sulap AI Jadi Peluang Bisnis
Terkait hal ini, Kepala Redaktur Eksekutif Rakyat Merdeka, Muhammad Rusmadi menjelaskan, Rakyat Merdeka telah melakukan berbagai inovasi untuk mengikuti perubahan teknologi dan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi. Selain menerbitkan koran cetak, Rakyat Merdeka juga mengembangkan platform digital melalui RM.id serta memanfaatkan berbagai kanal media sosial, seperti YouTube, Instagram, dan TikTok.
"Kami menyadari bahwa masyarakat sekarang membutuhkan informasi dengan cepat. Karena itu, Rakyat Merdeka juga mengembangkan berbagai kanal digital agar bisa menjangkau pembaca yang lebih luas," ujar alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.
Dia menegaskan, kecepatan penyampaian informasi, tetap harus berjalan beriringan dengan akurasi dan tanggung jawab jurnalistik. "Kecepatan itu penting, tetapi akurasi tidak boleh ditinggalkan. Setiap pemberitaan harus tetap memperhatikan Kode Etik Jurnalistik dan ketentuan Undang-Undang Pers," tegasnya.
Baca juga : United Tractors dan UGM Hadirkan Co-Working Space untuk Dorong Inovasi Mahasiswa
Menurut Rusma -sapaan akrabnya, kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang lebih mendalam juga diakomodasi melalui berbagai program podcast di kanal YouTube Rakyat Merdeka. Melalui format tersebut, redaksi dapat membahas suatu persoalan secara lebih luas dan menghadirkan perspektif dari berbagai narasumber.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.