Dark/Light Mode

UMB Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Meruya Selatan

Jumat, 30 Oktober 2026 20:44 WIB
Kegiatan PKM Universitas Mercu Buana di Meruya Selatan, Jakarta Barat. (Foto: Dok. UMB)
Kegiatan PKM Universitas Mercu Buana di Meruya Selatan, Jakarta Barat. (Foto: Dok. UMB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Universitas Mercu Buana (UMB) memperoleh pendanaan Rp 89.990.000 melalui Program Mahasiswa Berdampak: Program Aksara Mahasiswa–Skema Aksara Sirkular dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2026.

Dana tersebut digunakan untuk mendorong pemilahan dan pengolahan sampah organik anorganik, berbasis masyarakat di Kelurahan Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat. Proses tersebut dimulai dari hulu, yakni sejak dari rumah tangga. Program direncanakan berlangsung pada bulan Oktober hingga Desember 2026.

Program ini dipimpin oleh Dr. Irmulansati Tomohardjo dari Ilmu Komunikasi, bersama Hadi Pranoto, Ph.D. dari Teknik Mesin dan Dewi Sad Tanti, dari Ilmu Komunikasi.

Optimalkan TPS 3R yang Belum Maksimal

Program berangkat dari kondisi pengelolaan sampah di TPS 3R Meruya Selatan. Fasilitas di atas lahan Pemprov DKI seluas 2.500 meter persegi itu memiliki kapasitas 25 ton per hari, namun saat ini baru mengolah sekitar 1-3 ton per hari. Salah satu tantangan utamanya adalah pemilahan dari rumah tangga yang belum optimal, sehingga proses masih bergantung pada pemilahan manual.

"Pengelolaan sampah berkelanjutan harus dimulai dari sumbernya, yaitu rumah tangga. Kami ingin mendorong masyarakat tidak hanya terbiasa memilah sampah, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi, kami melakukan alih teknologi " ujar Irmulansati, dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat (30/10/2026).

Baca juga : LSP UMB Latih 48 Calon Asesor, Perkuat Kompetensi Lulusan Hadapi Dunia Kerja

Program menyasar mitra Kelurahan Meruya Selatan Kecamatan Kembangan, dengan melibatkan masyarakat, yakni Kelompok Masyarakat Taman Pelangi RW 8 dan Kelompok Ibu Ibu PKK Kelurahan Meruya Selatan dengan masing-masing 20 anggota. Sebanyak 20 mahasiswa lintas program studi dari Ilmu Komunikasi, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Manajemen terlibat dalam pemetaan kebutuhan, sosialisasi, penerapan teknologi, pendampingan, hingga evaluasi.

Sekretaris Kelurahan Meruya Selatan, Muzakkir Fahmi, menyambut baik program tersebut. "Pemilahan sampah perlu menjadi kebiasaan bersama, bukan hanya kegiatan sesaat. Kami berharap pendampingan dan teknologi dari UMB dapat meningkatkan partisipasi warga," kata pria yang akrab disapa Pak Zakir itu.

Program ini sejalan dengan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

Terapkan Teknologi dan Digitalisasi

Untuk mendukung pelaksanaan, UMB akan menerapkan teknologi pemilahan sampah organik dan anorganik, yang mengacu pada paten dengan nomor IDP000067847 milik Hadi Pranoto. Penerapannya didukung teknologi pendukung yang sesuai hasil asesmen dan kebutuhan mitra.

Pada Kelompok Masyarakat Taman Pelangi RW 8, dukungan diarahkan pada penguatan pemilahan dan pengolahan sampah organik anorganik, dengan kapasitas operasional mampu memilah 100 kg sampah, selama 4 jam. Serta diserahkan instalasi maggot dan komposter.

Baca juga : KLH Jembatani Energi Sampah Dan Industri

Sementara kelompok kedua, Ibu Ibu PKK Kelurahan Meruya Selatan, akan memperoleh dukungan digital berupa website, aplikasi Bank Sampah, peralatan pemasaran digital dan instalasi hidroponik. Serta disusunnya manual dan SOP tata kelola kelompok, agar tingkat keberdayaannya dapat diukur dan berkelanjutan.

Irmulansati menjelaskan, mesin pemilah akan ditempatkan di RW 08, sementara di kelurahan difokuskan pada instalasi hidroponik, penerapan website dan digital marketing atau pengolahan sampah sirkular.

"Artinya kita memperoleh hibah untuk mendukung gerakan masyarakat memilah sampah sejak dari hulu. Sampah tidak bisa lagi dibawa ke TPS dalam kondisi menggunung dan tercampur. Sekarang sesuai instruksi gubernur, harus dipilah organik, anorganik, residu, dan B3," jelasnya.

Ia menambahkan, UMB juga akan mengoptimalkan aplikasi bank sampah yang sudah ada di kampus untuk diterapkan di lingkungan Kecamatan Kembangan.

Lurah Meruya Selatan, M. Maizar, mengatakan bahwa yang utama adalah mengubah pola hidup masyarakat. Kalau alat ada tapi tidak dipakai, percuma. 

Baca juga : Mengupas Strategi Pengelolaan Sampah di Permukiman Padat

“Kita menyiapkan empat instalasi sampah. Kalau tidak dimulai dari hulu, tidak akan bisa sampai ke hilir. Maka warga harus benar benar menyiapkan diri agar tidak ada lagi sampah yang dibuang ke TPS3R masih “gabrukan”, akan kita tolak, termasuk lembaga pendidikan, kafe, toko, perkantoran pemerintah, pasar dan n lainnya," ujarnya.

Melalui program Sosialisasi dan Kampanye 3R ini, bertempat di Lantai 2 Kelurahan Meruya Selatan, (29/10/2026), UMB menargetkan peningkatan pemilahan sampah dari sumber lebih dari 65 persen dan partisipasi aktif rumah tangga hingga 80 persen, sekaligus mendorong tumbuhnya usaha daur ulang berbasis masyarakat, sehingga luaran dari pengelolaan sampah ini dapat menjadi bahan bahan daur ulang yang mampu memberikan nilai ekonomis anggota mitra.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.