RM.id Rakyat Merdeka - Gunung Semeru di wilayah Kabupaten Malang dan Lumajang, Provinsi Jawa Timur tercatat enam kali mengalami erupsi pada Kamis (5/11/2026). Masing-masing pada pukul 14.56, 09.24, 08.43, 06.33, 05.37, 03.33 WIB.
Pada erupsi terakhir, tinggi kolom abu teramati ± 200 m di atas puncak (± 3.876 meter di atas permukaan laut).
Baca juga : Gunung Anak Krakatau 9 Kali Batuk-Batuk, Hindari Radius 5 Km Dari Pusat Erupsi
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 293 detik.
Terkait hal tersebut, Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
Baca juga : Gunung Semeru Sudah 3 Kali Batuk-Batuk, Hindari Radius 13 Km Dari Pusat Erupsi
Di luar jarak tersebut, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Serta dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Baca juga : Pagi Ini, Gunung Anak Krakatau Sudah Tiga Kali Batuk-Batuk
Waspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.