BREAKING NEWS
 

Hotspot Nasional Naik Jadi 338 Titik, Kemenhut Perkuat Penanganan Karhutla

Reporter & Editor :
MARULA SARDI
Jumat, 6 November 2026 18:28 WIB
Penanganan karhutla. (Foto: Kemenhut)

RM.id  Rakyat Merdeka -

Jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional kembali menunjukkan peningkatan. Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Kamis (5/11/2026) pukul 21.00 WIB, tercatat 338 titik hotspot, atau naik 123 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang sebanyak 215 titik.

Baca juga : Menhut Raja Juli Jenguk Lima Kru Heli Mi-17 yang Selamat di Banjarmasin

Peningkatan paling menonjol terjadi di Kalimantan Tengah (Kalteng) dari 37 menjadi 85 titik, yang kini menjadi fokus utama penguatan patroli, groundcheck, pemadaman, pembasahan, hingga pengawasan lahan gambut. Secara keseluruhan,dari enam provinsi prioritas pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tercatat 86 hotspot (85 di Kalteng dan 1 di Kalimantan Selatan), sementara Jambi, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, dan Riau terpantau nihil hotspot high confidence.

Adsense

Di tengah lonjakan angka ini, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni langsung turun tangan ke lapangan. Pada Kamis (5/11/2026), Menhut tiba di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun, Kalteng, untuk memantau penanganan karhutla sekaligus merespons insiden jatuhnya helikopter Mi-17V5 milik TNI AD yang sedang menjalankan misi water bombing di sekitar Taman Nasional Tanjung Puting pada 4 November lalu.

Baca juga : Menhut Ungkap Kendala Evakuasi Heli Mi-17: Air Keruh hingga Ombak Besar

Menhut menyampaikan duka cita mendalam kepada kru yang gugur dalam misi kemanusiaan tersebut sekaligus memastikan para korban selamat mendapat perawatan medis terbaik. Kehadiran Menhut juga untuk memastikan koordinasi lintas instansi bersama TNI, Polri, BNPB, dan pemda tetap berjalan kuat di tengah operasi lapangan yang masih berlangsung.

Kementerian Kehutanan melaporkan, pemadaman hingga kini masih berlanjut di sejumlah titik sulit pada lahan gambut,di antaranya di Tanjung Taruna dan Jabiren (Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng), Desa Sepaso Timur (Kabupaten Kutai Timur, Kaltim), serta Pulau Geronggang dan Talang Rimba (Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumsel). Sementara itu,kebakaran di Pulau Kabai (Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel) telah dinyatakan padam.

Baca juga : Menhut: Prabowo Berduka atas Insiden Heli Mi-17, Evakuasi Dimaksimalkan

Kemenhut menegaskan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan dari satelit (NASA Terra/Aqua,SNPP, NOAA-20) yang harus diverifikasi langsung di lapangan. Angka hotspot tidak bisa langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran atau luas areal terbakar, karena nihil hotspot pun tidak selalu berarti api telah sepenuhnya padam.

Masyarakat dan pelaku usaha diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api atau asap, warga diminta segera melapor ke Posko Karhutla Kementerian Kehutanan melalui telepon 021-5704618 atau WhatsApp +62 8131-00-35000 agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense