BREAKING NEWS
 

Pak Jokowi, Pendukungmu Berubah Jadi Menyerangmu

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Senin, 27 Juli 2020 07:13 WIB
Presiden Jokowi. (Foto: Instagram)

 Sebelumnya 
Pendukung Jokowi lain yang sekarang getol mengritik adalah Akhmad Sahal. Cendekiawan muda Nahdlatul Ulama ini bisa dibilang pendukung garis keras Jokowi. Tapi kini, Sahal mu lai berani melayangkan ktitik pada Jokowi. Salah satu yang ia kritik soal Gibran.

Menurut dia, cara terbaik dukung Jokowi saat ini adalah dengan mengkritiknya secara terbuka kalau keliru. Bukannya mencari alasan untuk membelanya. Fanatisme terhadap Jokowi dengan membela/memujinya secara membabi buta justru akan menjerumuskannya.

“Kritik obyektif ya, bukan kebencian atau fitnah,” kicaunya lewat akun Twitter miliknya @Sahal_AS.

Baca juga : Basuki Ingin Sektor Petani Sulsel Jadi Penggerak Ekonomi

Dari kalangan selebritis, komika yang juga aktivis film Ernest Prakasa sudah lebih dulu putar haluan. Ernest sekarang paling getol menyampaikan kritik. Saat video Jokowi viral memarahi para menterinya (28/6) lalu, Ernest malah menyebutnya sebagai drama politik. Kini, Ernest makin kencang mengritik Jokowi terkait majunya Gibran di Pilkada Solo. “Menurut saya Mas Gibran orang baik, tapi saya nggak setuju Pak Jokowi merestui anaknya maju pilkada saat beliau masih presiden. Menurut saya, itu nggak asik. Dan saya nggak sungkan mengkritik Presiden, karna menurut saya itu adalah cara mendukung yang sportif,” kicau @ernestprakasa.

Terakhir adalah Savic Ali. Mantan aktivis 99 ini mengritik kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim soal Program Organisasi Penggerak. Dia kecewa Nadiem memberi bantuan dana kepada lembaga konglomerat yang akhirnya membuat Muhammadiyah, NU dan PGRI mundur.

Menurut dia, negara wajib menyediakan pendidikan dasar buat semua warganya. Negara belum sanggup. Masih jauh. Di saat yang sama kelompok masyarakat serta ormas yang membantu negara menjalankan kewajibannya, juga guru-guru non-PNS yang bayarannya tak seberapa kini sudah dilupakan. “Jokowi ini orang biasa yang makin menjauh dari rakyat biasa. Apalagi sebagian besar menterinya. Periode kedua ini gw udah gak happy sejak liat jajaran menteri,” kicau @savicali.

Baca juga : Jokowi Resmi Bubarkan 18 Lembaga, Ini Daftarnya

Pengamat politik dari UIN Bandung Nanat F Natsir memberikan analisa terkait berubahnya sikap para pendukung Jokowi tersebut. Kata dia, itu hal yang universal. Kalau seseorang sudah berbicara nuraninya, ia akan berbicara tentang keadilan dan kebenaran. “Ini berlaku umum atau sudah suna tullah,” kata Nanat, saat dikontak Rakyat Merdeka, tadi malam.

Mantan Rektor UIN Bandung ini mengatakan, seorang yang bukan pendukung Jokowi pun akan memberi dukungan jika kinerjanya dianggap sesuai janji kampanyenya. Sebaliknya, orang yang dulu mendukung pasti akan berbalik arah bila melihat kinerja Jokowi jauh dari yang disampaikan saat kampanye. Dalam kondisi ini, hati nurani akan muncul. “Lebih-lebih dalam kenyataan semakin hari semakin jauh dari apa yang disampaikan saat kampanye,” ungkapnya.

Apa tanggan istana? Jubir Presiden Fadjroel Rachman belum merespons soal kritikan tersebut.Saat dikonfirmasi Rakyat Merdeka tadi malam, Fajroel belum bisa dihubungi. Telepon mantan aktivis itu tidak diangkat. Begitu juga pesan WA yang dikirim. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense