BREAKING NEWS
 

Kunjungi Kawasan Konservasi Nusakambangan

Kepala BNPB Minta Tanaman Pelindung Alami Tsunami Dirawat Dan Dijaga

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Sabtu, 5 Desember 2020 09:11 WIB
Ketua BNPB Letjen TNI Doni Monardo (tengah) saat mengunjungi kawasan konservasi alam di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (4/12). (Foto: Humas BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengunjungi kawasan konservasi alam di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (4/12).

Pada kunjungan tersebut, Doni ingin memastikan bahwa beberapa jenis tanaman yang dapat menjadi ‘pondasi alami’ dari ancaman tsunami di selatan Jawa tersebut, terjaga dan berfungsi dengan baik. Hingga saat ini, keberadaan Pulau Nusakambangan sangat strategis sebagai barrier bagi keselamatan warga di Cilacap.

Baca juga : Jaringan Irigasi Proyek Lumbung Pangan Kalteng Mulai Dibangun

"Bagian selatan Nusakambangan ini harus betul-betul dalam posisi perawatan yang optimal. Karena Nusakambangan adalah barrier bagi keselamatan warga di Cilacap, dengan jumlah penduduk dua juta orang,” jelas Doni.

Hasil penelitian dan kajian lebih lanjut menyebutkan, Pulau Kambangan menjadi benteng bagi wilayah Cilacap, ketika terjadi gempa bumi yang memicu peristiwa Tsunami Pangandaran pada tahun 2006.

Baca juga : Balitbangtan Kembangkan Buchepalandra, Tanaman Aquascape Bernilai Ekonomi Tinggi

Padahal, berdasarkan hasil catatan ilmiah dari berbagai pakar, gelombang tsunami yang menghantam wilayah Nusakambangan pada waktu itu, mencapai ketinggian antara 15 sampai 22 meter.

"Kalau tidak ada Pulau Nusakambangan, pada tahun 2006, mungkin sebagian besar kawasan di Cilacap yang penduduknya termasuk paling padat itu akan terdampak,” kata Doni.

Adsense

Baca juga : Kepala BNPT: Banyak Napi Teroris Nyatakan Kembali Ke NKRI

Pada masa itu, kendati pusat episentrum berada di Pangandaran, bagian selatan Nusakambangan juga mengalami kerusakan. Beberapa vegetasi alami di sana, hancur setelah diterjang gelombang tsunami.

"Tsunami 2006 yang pusat episentrumnya di Pangandaran, ternyata juga menimbulkan kerusakan yang tidak sedikit di bagian selatan Nusakambangan,” jelas Doni.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense