BREAKING NEWS
 

Pernah Diservis Di Korsel

Nanggala Habiskan Rp 1 Triliun

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : UJANG SUNDA
Senin, 26 April 2021 07:23 WIB
Kapal Selam KRI Nanggala-402 (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispen AL) Laksamana Pertama Julius Widjojono enggan menanggapi dugaan yang disampaikan Kang TB. Kata dia, berbagai dugaan yang disampaikan Kang TB perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui benarkah ada kesalahan struktur dan sebagainya. 

"Nanti hasil penyelidikan akan tahu. Kita tidak boleh menduga-duga," kata Julius, kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Baca juga : Inalillahi! 53 Awak KRI Nanggala-402 Dipastikan Meninggal Dunia

Dalam data berbagai sumber disebutkan, Nanggala-402 pernah diperbaiki dua kali. Pertama, dilakukan di Howaldtswerke, Hamburg, Jerman, dan selesai pada 1989. Kedua di di Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME), Korsel, yang selesai pada Februari 2012. 

Pada perbaikan ini, sebagian struktur atas kapal diganti dan sistem persenjataan, sonar, radar, kendali tempur, dan propulsi dimutakhirkan. Setelah perbaikan, KRI Nanggala mampu menembakkan empat torpedo secara bersamaan menuju empat target berbeda dan meluncurkan misil antikapal seperti Exocet atau Harpoon. 

Baca juga : Wow, Bangun MCK Santri Telan Biaya Hingga Rp 1,2 Triliun

Selain itu, kedalaman selamnya bertambah menjadi 257 meter (843 ft) dan kelajuan maksimumnya dinaikkan dari 21,5 knot (39,8 km/jam) menjadi 25 knot (46 km/jam). Sekitar lima tahun kemudian, KRI Nanggala dilengkapi dengan sistem echosounder KULAÇ buatan ASELSAN. 

Pengamat militer ISESS Khairul Fahmi mengatakan, dalam situasi saat ini, semua pihak harus bisa menahan diri untuk tidak mengeluarkan dugaan-dugaan yang justru memperkeruh situasi. Dia percaya yang disampaikan TNI AL, jika kapal meninggalkan pangkalan, artinya dalam kondisi siap berlayar dan bertempur. "Bahwa dalam pelayaran kemudian mengalami keadaan darurat atau bahaya, ada banyak faktor penyebab," katanya, saat dikontak, tadi malam. 

Baca juga : Suap Penyidik KPK, Wali Kota Tanjungbalai Punya Harta Rp 11,6 Miliar

Menurut dia, untuk saat ini, semua pihak sebaiknya fokus pada upaya pencarian dan pengumpulan informasi yang lebih rinci terkait yang dialami KRI Nanggala. "Tidak perlu berspekulasi sekarang," ujarnya. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense