BREAKING NEWS
 

Gemeteran Lihat Corona

Jokowi Tidur Setelah Nelpon Wisma Atlet

Reporter & Editor :
APRIANTO
Kamis, 1 Juli 2021 08:00 WIB
Presiden Jokowi memberikan sambutan pada Munas VIII Kadin Indonesia, di Kota Kendari, Sultra, Rabu (30/6/2021). (Foto: Biro Pers)

 Sebelumnya 
Ngabalin menegaskan Jokowi saat ini sedang konsentrasi penuh terhadap upaya pengendalian corona. Akibatnya Jokowi jadi kurang tidur. Tampak dari kantung mata presiden yang menghitam dan menebal. “Usia kami tidak jauh, tapi kantong mata presiden itu jauh lebih tebal,” ungkapnya.

Pasien Wisma Atlet Naik Terus

Tingkat keterisian rumah sakit Wisma Atlet terus mengalami kenaikan. Kemarin, ada penambahan 44 pasien. Dengan tambahan ini, BOR Wisma Atlet sudah 97 persen atau hanya tersisa 3 persen saja.

Baca juga : PROJO Apresiasi Mentan SYL Wujudkan Arahan Jokowi Di Sektor Pertanian

Kepala Penerangan Kogabwilhan I, Kolonel Marinir Aris Mudian mengatakan, sampai pukul 08.00 WIB kemarin, terdapat 7.167 pasien rawat inap di Wisma Atlet Kemayoran. Bertambah 44 orang dibanding sehari sebelumnya.

“Jumlah pasien rawat inap adalah 7.167 orang (3.648 pria dan 3.519 wanita),” kata Aris dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Secara nasional, jumlah pasien yang terinfeksi Corona bertambah 21.807 orang tercatat sejak Selasa (29/6) hingga Rabu (30/6). Penambahan pasien itu menyebabkan kasus Corona mencapai 2.178.272 orang.

Baca juga : Jakarta Darurat Corona, Bioskop dan Tempat Wisata Ditutup

Penambahan kasus terbanyak terjadi di lima provinsi, yakni DKI Jakarta (7.680 kasus), Jawa Barat (4.473 kasus), Jawa Tengah (2.335 kasus), Jawa Timur (1.203 kasus), DI Yogyakarta (892 kasus). Selain itu, ada penambahan pasien yang meninggal sebanyak 467 orang. Sehingga, jumlah pasien meninggal dunia akibat Covid-19 menjadi 58.491 orang.

Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman ragu kalau PPKM Mikro Darurat akan mampu mengendalikan penyebaran virus corona. Melihat sebelumnya, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah hanya soal nama saja.

Padahal, menurut Dicky, penularan kasus Corona saat ini sudah pada tahap yang sangat kritis. Sementara upaya pemerintah dalam melakukan testing, tracing, dan treatment (3T) masih lambat. Karena itu, menurut dia, solusi terbaik adalah lockdown agar korban jiwa tak terus berjatuhan.

Baca juga : Kepatil Covid-19, Empat Awak Bus Sekolah Diamankan Ke Wisma Altlet

Saat ini, kata dia, potensi perburukan, dan kolapsnya layanan rumah sakit akan terjadi di akhir Juli sampai pertengahan Agustus. “Dengan angka-angka cukup serius dan mengerikan dari sisi proyeksi,” ujarnya. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense