Sebelumnya
Dokter spesialis jantung yang pernah belajar kesehatan masyarakat ini tak menyebut siapa Anda dalam kicauannya. Namun, followernya yakin, kicauannya itu untuk menyindir Luhut.
Aktivis LaporCovid-19, Ahmad Arif ikutan heran. PPKM Darurat sudah berjalan hampir dua minggu, tapi tak ada perubahan signifikan. Kasus corona justru melonjal tinggi. “Tes dan lacak tak meningkat signifikan. Puncak kasus belum jelas, tapi faskes sudah kewalahan, orang meninggal di perjalanan dan di rumah, sementara malah muncul vaksin mandiri,” kicau @aik_arif.
Baca juga : Yang Gratis Ada Yang Bayar Ada
Sang juru wabah, Pandu Riono menyindir omongan pejabat yang mengatakan pandemi terkendali. Kata dia, benar pandemi sudah terkendali. Tapi bukan terkendali oleh pemerintah, tapi oleh virus.
“Kasus naik tajam, RS nggak bisa tampung orang yang butuh perawatan, kematian meningkat tajam. Hati-hati Pak Jokowi, jangan mau dibohongi,” warning-nya.
Baca juga : Dolar Masih Perkasa, Rupiah Makin Babak Belur
Pendiri lembaga survei KedaiKopi, Hendri Satrio mengaku tertantang untuk mengajari pemerintah dalam gaya komunikasi saat pandemi.
“Pak Luhut, saya mau deh sharing ke Bapak tentang how komunikasi dengan rakyat pake cara menyejukkan, tanpa show off bahwa Bapak Pejabat yang sangat berkuasa. Jadi bukan komunikasi arogansi. Gak kok, nanti abis sharing saya gak usah disiapin kursi komisaris, beneran deh #Hensat,” cuitnya lewat akun @satriohendri.
Baca juga : Dua Hari, Kasus Corona Jakarta Turun Di Bawah 10 Ribu
Sementara itu, Jubir Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito memastikan, pemerintah terus memantau efek implementasi kebijakan di lapangan sebagai acuan dalam menentukan langkah selanjutnya. Kata dia, jika kondisi belum cukup terkendali, pemerintah akan mengkaji perpanjangan kebijakan PPKM Darurat.
“Ini demi keselamatan dan kesehatan masyarakat secara luas,” kata Wiku, dalam konferensi pers, dikutip dari YouTube Setpres, kemarin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.