BREAKING NEWS
 

Minta Maaf Soal Bantuan 2 Triliun

Kapolda Sumsel Menunggu Nasib

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Jumat, 6 Agustus 2021 08:18 WIB
Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri (kiri) menunduk saat meminta maaf atas kasus sumbangan hoaks keluarga Akidi Tio, di Mapolda Sumsel, Palembang, Kamis (5/8). (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
Meski sudah meminta maaf, namun proses pemeriksaan ke Eko tidak akan berhenti. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, tim internal Itwasum Polri dan Paminal Propam Polri telah diturunkan ke Sumsel untuk melakukan pemeriksaan internal ke Eko. "Ingin jelas melihat seperti, kasus bagaimana. Itu ranah daripada klarifikasi internal," kata Argo, di Jakarta, kemarin.

Ketua Tim Pengawasan Dan Pemeriksaan Khusus (Wasriksus) Itwasum Polri Irjen Agung Budi Maryoto turun langsung melakukan pemeriksaan itu. Ia dan tim tiba di Mapolda Sumsel sekitar pukul 3 siang, kemarin. Agung langsung melakukan pemeriksaan ke Eko. Pemeriksaan dilakukan di Ruang Promoter Mapolda Sumsel secara tertutup. Hingga pukul 9 malam tadi, pemeriksaan masih berlangsung.

Pengamat kebijakan publik Chazali H Situmorang menilai, langkah Mabes Polri turun langsung menyelidiki kasus sumbangan hoaks itu sudah tepat. Apalagi sebelumnya, para petinggi Polda Sumsel memberikan keterangan berbeda mengenai proses penyelidikan terhadap Heryati.

“Satu bilang sudah tersangka, lalu dibantah yang lain dengan menyatakan belum tersangka. Mabes Polri harus turun," kata Chazali, dalam perbincangan dengan Rakyat Merdeka, tadi malam.

Ia menduga, Kapolda terlalu bersemangat ketika mendapat informasi adanya sumbangan Rp 2 triliun dari keluarga Aditi Tio. Akibatnya, kurang hati-hati terhadap kebenaran sumbangan tersebut. "Ketika mendengar ada bantuan yang begitu besar, langsung diambil," sambungnya.

Seharusnya, kata dia, polisi harus sensitif terhadap hal-hal demikian. Untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, Kapolda harusnya memerintahkan anak buahnya untuk mengecek terlebih dahulu dana tersebut sebelum penyerahan dilakukan secara simbolis.

Dengan mulai turun tangannya Mabes Polri dalam kasus ini, apalagi dilakukan pengawasan dan pemeriksaan khusus, nasib Eko diprediksi tinggal menunggu takdir. "Soal bagaimana karir atau nasibnya ke depan saya, tidak bisa memperkirakan," pungkasnya. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense