Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kementan Beri Bantuan Alat Pertanian Kepada Mahasiswa UGM

Rabu, 16 Juni 2021 20:59 WIB
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat menyerahkan bantuan alat mesin pertanian kepada Universitas Gajah Mada, di Yogyakarta, Rabu (16/6)
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat menyerahkan bantuan alat mesin pertanian kepada Universitas Gajah Mada, di Yogyakarta, Rabu (16/6)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mendukung  mengembangkan kemampuan mahasiswanya terhadap kemajuan sektor pertanian Indonesia yang berbasiskan teknologi dan mekanisasi.

Karena itu, melalui MoU ini, Kementan memberikan berbagai bantuan alat tanam dan mesin pertanian senilai kurang lebih Rp 8,06 miliar. 

Bantuan sebesar itu terdiri dari traktor roda 2 dan 4, transplanter, screenhouse, nursery kelapa, mixer dan grinder berikut 40 ekor kambing dan 20 ekor sapi perah.

Selain itu, ada juga bantuan teknologi lain seperti screenhous hidroponik, power thrasher multiguna dan corn sheller mobile. 

Berita Terkait : Pembangunan Ibu Kota Negara Akan Perhatikan Kearifan Lokal

Kementan juga memberi bantuan demplot dan pendampingan upaya peningkatan produktivitas dan kuakitas kedelai kuning berbasis kearifan lokal untuk menunjang ketahanan pangan.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, bahwa sektor pertanian adalah salah satu sektor yang paling kuat dalam menghadapi berbagai ancaman dan gelombang krisis seperti pandemi Covid 19. 

Karena itu, kata dia, pengembangan SDM pertanian di setiap perguruan tinggi sangat penting dan wajib dilakukan.

"Yang paling siap menghadapi ancaman pandemi itu adalah sektor pertanian. Kan cuma Indonesia yang ekspornya naik 15 persen. Karena itu, UGM tolong bantu saya, sebab sekecil apapun harus ada yang kita buat untuk negeri ini," ujar Mentan, Rabu, (16/6).

Berita Terkait : Takziah, Menpora Beri Bantuan Ke Keluarga Almarhum Markis Kido

Ke depan, kata Mentan, UGM diharapkan mampu memiliki kontribusi dan peranan besar terhadap pengembangan subsektor pertanian, seperti meningkatkan produktivitas perkebunan, peternakan, hortikultura dan tanaman pangan.

"Ini adalah perintah Presiden agar seluruh kementerian yang ada mampu mengakselerasi bidangnya masing masing, lebih khusus bidang pertanian. Maka itu, saya dengan UGM sudah sepakat untuk melihat aspek aspek mana baik itu di hortikultura, peternakan, buah porang sarang burung walet agar produksinya lebih baik lagi. Saya berharap MoU dan kerja sama ini ada realisasinya dalam 3 bulan ke depan," harapnya.

Sementara Rektor UGM, Panut Mulyono menyampaikan terima kasih atas bantuan dan perhatian besar jajaran Kementan terhadap pengembangan SDM dan pertanian di Yogyakarta. 

Menurutnya, semua bantuan tersebut nantinya akan dipergunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan pengembangan dan pembangunan sektor pertanian yang maju, mandiri dan modern."UGM mengucap terima kasih atas bantuaan ini dan akan kita gunakan sebaik baiknya," katanya.

Berita Terkait : Penguatan Literasi Perlu Intervensi dan Kolaborasi Semua Pihak

Panut juga mengatakan,  bahwa selama ini UGM akan terus mendukung semua upaya dan program jangka panjang Kementan dalam membangun pertanian masa depan.

"UGM sangat mendukung secara antusias terhadap semua progran program pak Menteri yang didalam visinya selalu langsung terjun ke lapangan agar kebutuhan pangan di dalam negeri tercukupi. Karena itu, mekanisasi dan teknologi sangat penting," tutupnya. [MFA]