Dark/Light Mode

Rajin Ingatkan Bangsa Soal Pancasila, Puan Dapat Pujian

Kamis, 3 Juni 2021 15:17 WIB
Foto: Ist
Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Varhan Abdul Aziz mendukung sikap Ketua DPR Puan Maharani yang kerap mengingatkan bangsa Indonesia untuk selalu berpegang dan menjadikan Pancasila sebagai inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.

Puan dinilai sebagai orang yang tepat untuk mengampanyekan pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

"Hal tersebut tidak hanya karena posisi dan peran Puan sebagai Ketua DPR RI, melainkan juga karena kenyataan tak terbantah bahwa Puan adalah cucu biologis sekaligus cucu ideologis Bung Karno sebagai ‘Penggali Pancasila’," ujar Varhan dalam keterangannya, Kamis (3/6).

Menurut Varhan, Pancasila itu laiknya memenuhi pesan agama. Lima sila Pancasila dimulai dengan dengan meninggikan peran Tuhan dalam kehidupan sebagai gantungan integritas diri.

Berita Terkait : Komisi II DPR Usulkan Pemilu 2024 Awal Maret

"Jadi, Ibu Puan dengan tegas menekankan mustahil ada dikotomi antara jiwa seorang Pancasilais dan seorang religius. Menjadi Pancasilais itu sejatinya menjadi seorang saleh atau religius," tuturnya.

Justru, terasa ganjil ketika seseorang yang ingin menjadi seorang religius, malah mempertentangkannya dengan Pancasila. "Demikian pula sebaliknya, nyaris mustahil seorang Pancasilais bukan sekaligus seorang religius," imbuh Varhan.

Dia juga sepakat dengan pernyataan Puan, Indonesia akan menjadi negara besar dan disegani dunia internasional ketika seluruh warga negara menjadikan Pancasila sebagai inspirasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari. 

"Seseorang yang menghayati, mengamalkan seluruh sila yang ada dalam Pancasila, kehidupannya sudah pasti hanya akan dipenuhi energi positif yang juga memberikan dampak kebaikan bagi lingkungan," ucapnya.

Berita Terkait : Puan: Menara Gading di Pendidikan Tinggi Harus Ditinggalkan

Menurutnya, religiusitas yang timpang membuat hidup kehilangan keseimbangan antara sisi pengabdian vertikal dengan hubungan baik sesama manusia. Akibatnya, tidak jarang malah menjadi kaum radikal yang salah langkah dalam memaknai pengabdian kepada Tuhan.

Dia mencontohkan, sepuluh orang kelompok radikal yang bermaksud mengebom rumah ibadah di Merauke, belum lama ini. Mereka sudah diringkus Densus 88.

"Itu yang terjadi manakala sisi Ketuhanan lepas dari kesadaran sebagai sesama anak bangsa yang harus menyadari keberagaman dalam Persatuan Indonesia," beber Varhan.

Puan sebelumnya mengajak seluruh komponen bangsa menjadikan Pancasila sebagai inspirasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dia menyampaikan hal tersebut dalam rangka Hari Lahir Pancasila, 1 Juni.

Berita Terkait : KPU Diminta Siapkan Alternatif Jadwal Pemilu 2024

"Kita hanya dapat menjadi bangsa yang besar jika kita berpegang teguh pada falsafah bangsa kita sendiri, yakni Pancasila, dan bukan menjiplak falsafah bangsa orang lain. Karena setiap bangsa memiliki akar sejarah dan budaya yang berbeda-beda," ujar Puan. [JAR]