RM.id Rakyat Merdeka - Grab Indonesia merilis Laporan Tren Kuliner pertama, yang menampilkan tren lanskap kuliner online dan insight bisnis. Guna membantu para pelaku bisnis, agar memahami kebutuhan konsumen yang terus berubah dengan lebih baik.
Laporan tersebut merupakan kerja sama Grab dengan NielsenIQ. Laporan ini dilakukan melalui survei kuantitatif dan kualitatif untuk menghasilkan insight dari 13 ribu konsumen secara regional, 14 thought-leader di industri F&B, dan data dari platform Grab.
Baca juga : Muhadjir Harap Obat Tradisional Bisa Tingkatlan Imun Di Masa Pandemi
Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, selain merilis laporan tren kuliner, melalui GrabFood, pihkanya menyelenggarakan GrabNEXT. Yang merupakan konferensi inovasi bisnis F&B tahunan kedua bagi Mitra Merchant GrabFood, sebagai bentuk komitmen dalam mempertahankan inisiatif pemberdayaan untuk UMKM Indonesia.
"Dihasilkan temuan, sekitar 54 persen dari konsumen kini mencari makanan dan resto baru melalui aplikasi pengantaran makanan," jelas Neneng dalam konferensi pers penyelenggaraan GrabNext secara virtual, Jumat (6/8).
Baca juga : Semoga UMKM Lokal Kuasai Negeri Sendiri
Selain itu, bisnis kuliner yang bergabung dengan aplikasi pengantaran makanan pada tahun 2020 mengalami 50 persen, mengalami peningkatan total penjualan bahkan dengan aturan pembatasan makan di tempat.
Selanjutnya, terjadi peningkatan sebesar 32 persen di kategori makanan sehat karena konsumen semakin sadar akan pentingnya makanan bernutrisi. Ditambah, demografis konsumen menunjukkan, keluarga dengan anak merupakan konsumen utama layanan pesan-antar makanan online.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.