Dewan Pers

Dark/Light Mode

Di Amerika, Indonesia Tegaskan Komitmen Tangani Pandemi

Jumat, 16 Juli 2021 22:52 WIB
Menteri PPN/ Bappenas, Suharso Monoarfa hadiri acara United Nations High-Level Political Forum on Sustainable Development 2021 di New York, Kamis (15/7) waktu setempat
Menteri PPN/ Bappenas, Suharso Monoarfa hadiri acara United Nations High-Level Political Forum on Sustainable Development 2021 di New York, Kamis (15/7) waktu setempat

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia komitmen dalam menangani pandemi Covid -19 pada United Nations High-Level Political Forum on Sustainable Development 2021 di New York.

Hal itu ditegaskan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa di New York, Amerika Serikat, Kamis (15/7) waktu setempat. .

“Sama seperti negara lain, Indonesia juga mengalami dampak pandemi, sehingga target pembangunan banyak terhambat. Meski demikian, Indonesia bertekad untuk maju dan membangun lebih baik lagi,” kata Suharso dikutip Antara.

Pada forum tersebut, Suharso menyampaikan dokumen kajian pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDGs) atau disebut Voluntary National Reviews (VNR). 

Berita Terkait : 327 Jemaah Indonesia Ikut Berhaji Tahun Ini

Untuk 2021 bertemakan Sustainable and resilient recovery from the COVID-19 pandemic that promotes the economic, social and environmental dimensions of sustainable development.

Episentrum laporan negara tersebut adalah pada target-target tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang terdisrupsi dan praktik-praktik, baik penanganan pandemi Covid-19 yang diinisiasi oleh berbagai pihak, seperti dunia usaha, filantropis, LSM, dan masyarakat.

Terkumpul hampir 200 praktik, baik melalui berbagai konsultasi publik yang dilakukan secara virtual atau online. Bahkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terlibat untuk memastikan akurasi data dan informasi, serta proses penyusunan VNR benar-benar inklusif.

Dalam VNR juga dijelaskan langkah-langkah Pemerintah Indonesia untuk pemulihan yang mencakup reformasi sistem perlindungan sosial, sistem kesehatan nasional, industri pariwisata, dan investasi menuju ekonomi hijau, serta sistem ketahanan bencana.

Berita Terkait : Dubes Jepang: Ini Komitmen Kami Mengatasi Pandemi Covid-19

“Keempat reformasi tersebut diterapkan untuk memastikan pencapaian SDGs tetap on track pasca pandemi Covid-19,” kata Suharso.

Lebih lanjut ia menyampaikan salah satu upaya mitigasi pandemi, Indonesia terus berusaha meningkatkan pelaksanaan vaksinasi untuk 181,5 juta penduduk demi mencapai herd immunity.

Indonesia telah dua kali menyampaikan VNR. Pertama di 2017 dan Kedua, di 2019, sehingga Indonesia masuk dalam daftar 10 dari 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang telah menyampaikan VNR untuk ketiga kalinya.

Indonesia berhasil mencatatkan sejumlah prestasi dalam penyampaian VNR. Pada 2017 Indonesia adalah satu dari enam negara dengan perumusan VNR terbaik untuk perencanaan pembiayaan dan investasi.

Berita Terkait : Jalani TC Jelang Olimpiade Tokyo, Jonatan Terkesan Sambutan Hangat Warga Setempat

Pada 2019 sebagai bagian dari VNR 2019, Laporan Tujuan 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh menjadi salah satu yang terbaik di dunia.

Dalam lawatan ke Amerika Serikat, Menteri dari Partai Kabah ini juga membahas dukungan untuk menyeimbangkan suplai vaksin agar mengurangi kesenjangan vaksin di negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Pandemi ini tidak akan selesai bila hanya difokuskan di negara maju saja, tapi negara berkembang juga membutuhkan dukungan. Bagaimana bisa mengatasi pandemi secara internasional atau secara global kalau cara berpikirnya sendiri-sendiri,” ujarnya di hadapan para petinggi negara dan perwakilan negara-negara anggota PBB. [MFA]