RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi meresmikan penggabungan empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kepelabuhan yang kini menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Persero).
Jokowi mengatakan, penggabungan empat BUMN Kepelabuhan tersebut sudah diperintahkan kepada Menteri BUMN dan seluruh Direktur Utama Pelindo sejak tujuh tahun lalu. Tepatnya, di tahun pertama kepemimpinannya, yaitu 2014. Namun, itu baru bisa terealisasi kemarin.
“Saya tunggu-tunggu tujuh tahun, tidak terealisasi. (Sekarang) Sudah dimulai, oke kalau nggak di-holding-kan, transisinya ada virtual holding,” ujar Jokowi saat meresmikan Holding PT Pelindo, kemarin.
Karenanya, Jokowi mengapresiasi upaya yang dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir dan jajarannya dalam mewujudkan penggabungan Pelindo.
Baca juga : Pelindo Diramal Masuk 5 Besar Pemain Global
Orang nomor satu di Indonesia itu juga meminta perusahaan pelat merah itu bekerja sama dengan pelaku usaha di seluruh dunia. Dengan begitu, jaringan Pelindo akan semakin luas dan dapat mendorong pengiriman langsung produk Indonesia ke berbagai negara.
Eks Wali Kota Solo itu meyakini, kehadiran Pelindo, pelabuhan akan menjadi kekuatan besar di dunia. Bahkan akan masuk dalam delapan besar dunia karena mampu menekan biaya logistik ke depannya.
“Biaya logistik kita bisa bersaing dengan negara-negara lain. Artinya, daya saing atau competitiveness kita akan menjadi lebih baik,” katanya.
Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, selama ini biaya logistik di Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan negara tetangga yang hanya sekitar 12 persen. Sedangkan di Indonesia mencapai 23 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). “Artinya, ada yang tidak efisien di negara kita,” katanya.
Baca juga : Keputusan Resmi Rakernas, PAN Gabung Koalisi Pemerintah
Karena itu, penggabungan Pelindo dibarengi dengan masifnya pembangunan infrastruktur. Baik itu jalan, pelabuhan, dan bandara udara yang bertujuan membawa produk-produk Indonesia agar bisa berkompetisi di pasar global.
Jokowi juga berharap, langkah yang dilakukan Pelindo ini juga diikuti perusahaan-perusahaan kecil lainnya. Sehingga bisa menjadi kekuatan besar dan memiliki modal besar.
“Jangan sampai (perusahaan) yang kecil-kecil bertebaran, sehingga kekuatannya menjadi minim. Kalau bergabung seperti Pelindo, kekuatannya akan menjadi besar,” ungkapnya.
Di kesempatan sama, Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono bersyukur, merger Pelindo I hingga IV dapat terlaksana sesuai waktu, yakni pada 1 Oktober 2021.
Baca juga : Angka Kematian Harian Turun Hingga 532, DIY Masuk 3 Besar
“Penggabungan Pelindo sebenarnya sudah direncanakan lebih 20 tahun lalu. Namun baru terealisasi. Ini karena adanya dukungan pemerintah melalui Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan dan juga Komisi VI DPR,” kata Suhartono.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.