Sebelumnya
Dalam survei itu, kinerja pemerintah di bidang politik dan stabilitas nasional dapat nilai tertinggi. Sebanyak 64,1 persen responden mengaku puas. “Biasanya pemerintahan sebelumnya cukup riuh, pertarungan antara eksekutif dengan legislatif. Sekarang kurang, sehingga dianggap stabil,” lanjut Hanta.
Di urutan kedua, kinerja pemerintah di bidang sosial budaya. Ada 60,5 persen yang mengaku puas. Disusul bidang kesehatan yang mencatatkan tingkat kepuasan 60 persen.
Dibawahnya, bidang pendidikan dan ekonomi, masing-masing meraih skor 58 persen dan 55,8 persen. Kepuasan masyarakat dalam hal penegakan hukum mengekor di belakangnya. Hanya 50,8 persen yang mengaku puas. Yang tidak puas 32 persen, dan 14,9 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
Baca juga : 34 Persen Masih Ingin Jokowi 3 Periode
Poltracking juga memilah tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi dan Ma’ruf. Hasilnya, lebih banyak publik mengaku puas pada kinerja Jokowi ketimbang Wapresnya. Jokowi mencatatkan angka 68,4 persen, Ma’ruf hanya 60,3 persen.
Apa tanggapan Istana terkait survei ini? Beberapa orang di lingkaran Istana yang dikonfirmasi, belum menanggapi hasil survei yang dirilis Poltracking Indonesia ini.
Tapi, akhir pekan lalu, Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman sebelum dilantik menjadi Dubes Kazakhtan, sudah sempat angkat bicara soal reshufflle ini. Jawabannya seperti biasa: hanya presiden yang tahu.
Baca juga : Rakyat Butuh Suplemen, Nggak Butuh Amandemen
“Terkait reshuffle, sekali lagi kami hanya bisa mengatakan, bahwa Presiden Jokowi yang mengetahui,” kata Fadjroel di Istana Negara, Jumat (22/10) lalu.
Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai tingginya persentase responden yang kepingin adanya reshuffle bisa dimaknai bahwa banyaknya menteri dengan kinerja yang standar atau biasa-biasa saja. Sehingga banyak masyarakat kecewa sama kinerja anak buah Jokowi.
Ia meyakini, dari survei itu juga menggambarkan banyak masyarakat akan happy jika Jokowi melakukan pergantian menteri dalam waktu dekat. “Jadi rakyat meminta Jokowi untuk me-reshuffle menteri-menteri yang kerjanya tak bagus itu. Dan maknanya juga Jokowi harus segera melakukan reshuffle, karena rakyat sudah setuju,” pungkasnya. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.