Sebelumnya
Kiai Marzuki menambahkan, pertemuan itu tidak lebih dari kegiatan silaturahim. Tidak ada hal lain yang dibicarakan selain diskusi biasa, seperti masalah keutuhan dan persatuan NKRI.
Marzuki menegaskan, tidak ada agenda terkait pembicaraan politik dalam pertemuan itu, termasuk pencalonan presiden. "Yang paling penting keutuhan bangsa, silaturahim, menyambung hati, pikiran, ide, visi misi, termasuk program-program untuk merajut keutuhan bangsa. Itu lebih penting daripada yang jadi (presiden) siapa," tuturnya.
Lalu, apa makna di balik Kiai Marzuki memperkenalkan Anies sebagai Capres 2024? Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menjelaskan, saat ini, siapa saja akan bersikap sopan santun dengan memberikan pujian atau pernyataan capres kepada tokoh.
Baca juga : Khofifah Minta Program Jatim Cerdas Bisa Pecahkan Masalah Dudika
"Terlebih, sejauh ini, Anies merupakan tokoh yang paling dekat dengan karakter NU, intelektual, dan Islam terbuka," ulas Dedi, saat dihubungi, tadi malam.
Hanya saja, perkenalan itu tidak lantas membuat NU memberi lampu hijau ke Anies. Sebab, NU merupakan entitas keumatan. Sehingga tidak dapat digerakkan dalam satu komando untuk hal-hal politik.
"Bisa saja, NU di wilayah mendukung Anies, tetapi pusat tidak. Anies masih memerlukan silaturahmi lebih jauh untuk meraup simpatik NU secara nasional. Baik struktural maupun kultural," pesan Dedi.
Baca juga : Mau Sewa Lapangan Latih JIS, Ini Cara Dan Harganya
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin menilai, kunjungan Anies ke Kiai Marzuki sebagai hal wajar. Terlebih, silaturahmi politik menjelang tahun politik tak bisa terhindarkan.
"Jika Anies serius ingin nyapres, maka suka tak suka, senang tak senang, harus melakukan silaturahmi politik ke tokoh-tokoh di daerah lain. Karena capres itu lingkupnya Indonesia, maka mesti silaturahmi ke tokoh-tokoh di seluruh wilayah Indonesia," kata Ujang.
Soal pertemuan dengan Kiai Marzuki, meski Anies menyebut hanya silaturahmi biasa, Ujang yakin ada motif politik. Sulit menyangkal jika silaturahmi itu sebatas biasa. "Rakyat akan menyebutnya sebagai silaturahmi politik. Silaturahmi pemanasan menjelang Pilpres nanti," ucapnya. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.