BREAKING NEWS
 

Berharap Wahyu Tri Manggolo Masuk Dalam Diri Capres

Reporter & Editor :
SUGIHONO
Senin, 21 Januari 2019 06:51 WIB
Catatan :
SUGIHONO

 Sebelumnya 
Sayangnya Prabu Salyo justru menyangsikan putrinya memenuhi syarat itu semua. Dewa Kumoro yang baru datang dalam pasewakan itu langsung ikut urun rembug. Dia bilang, syarat masuk dan langgengnya sebuah Wahyu tidak mutlak seperti itu.

Ketentuan itu semua bisa diakali dengan jalan menumbalkan kera putih. Siapa kera putih itu? Ya Hanoman. Mendengar masukan menyesatkan itu Prabu Salyo naik pitam. Dia merasa Kumoro ingin meracuni jalan pikiran anak mantunya. Dia bilang, tak pantas wahyu direbut dan dipertahankan dengan jalan menyakiti bahkan membunuh orang lain yang tidak berdosa.

Baca juga : Ikan Hias, Caleg & Capres

Sayangnya nasehat Prabu Salyo tak didengar. Duryudono justru memilih jalan pintas memburu Hanoman. Diakhir kisah, Dewi Banowati justru gagal mendapatkan wahyu, karena melanggar ketentuan. Ketiga wahyu itu justru masuk ke dalan tubuh Hanoman, Arjuno dan Bimo. Wahyu pamomong masuk ke Hanoman karena kesetiannya membela kebenaran. Sementra Arjuno dan Bimo kebagian Wahyu sebagai manggolo atau pemimpin satria yang berbudi luhur.

Dalam konteks kekinian, Pemilu 2019 sebagai ajang perebutan Wahyu bagi calon pemimpin diharapkan kelak bisa menghasilkan pemimpin yang dalam proses perebutannya tak diwarnai dengan aksi penumbalan terhadap hak-hak rakyat. Kita berharap ketiga paket Wahyu tri manggolo masuk ke salah satu pasangan capres-cawapres. Jangan sampai ada satu Wahyu pun yang loncat.

Baca juga : Isu Kebudayaan Diusulkan Masuk Materi Debat Capres

Sehingga ke depan pemimpin hasil dari Pemilu 2019 bisa berperilaku ngemong, memberikan ketenteraman bagi rakyatnya, bersikap satria, nasionalis sekaligus religius. Dengan begitu, dalam bekerja nanti pemimpin kita bisa memenuhi falsafah tatas, titis dan tetes. Tatas dalam falsafah jawa dimaknai sebagai tuntas, putus ataupun selesai.

Pemimpin yang tindakan yang mrantasi gawé dengan baik dan sempurna. Titi atau titis bermakna teliti, jeli, cermat sehingga tepat mengenai sasaran dengancarayangefektifdanefisien.Dan terakhir hasil kerjanya bisa tetes. Kata tetes sangat dekat dengan istilah netes, artinya hasil kerjanya bisa dirasakan betul oleh rakyatnya. Semoga.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense