BREAKING NEWS
 

Melani Suharli Sosialisasikan Pentingnya Inklusi Keuangan Bagi Pelaku UMKM

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Senin, 10 Oktober 2022 12:20 WIB
Anggota Komisi XI DPR Melani Leimena Suharli bersama Anggota DPRD DKI Jakarta Ali Muhammad Johan saat menghadiri sosialisasi Peran Terdepan BRI Dalam Mendorong Inklusi Keuangan, di Hotel Amos Cozy, Melawai. (Foto: Ist)

 Sebelumnya 
Tingkat inklusi keuangan ditargetkan terus meningkat hingga mencapai 90 persen pada tahun 2024 sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan inklusif.

Karena itulah, inklusi keuangan jelas menjadi hal penting bagi masyarakat. Bahkan inklusi keuangan dapat mempengaruhi stabilitas sistem keuangan suatu negara.

"Mengapa? Karena dengan inklusi keuangan yang baik maka suatu negara mampu meningkatkan basis tabungan serta meningkatkan pembiayaan bagi masyarakat sehingga memperlancar fungsi intermediasi perbankan dan meningkatkan kinerja di sektor riil," ungkap Melani.

Adsense

Dia kemudian menjelaskan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertekad merealisasikan visi menjadi “Champion of Financial Inclusion” pada 2025.

Baca juga : Sejahterakan Petani, Kementan Dukung Pengembangan Cabai Paku

"BRI menyadari betul bahwa hal tersebut dapat mendorong pemerataan kemakmuran bagi bangsa Indonesia," tuturnya.

Inklusi keuangan banyak melibatkan kontribusi dari berbagai pelaku usaha. Kondisi tersebut akan lebih baik dibandingkan dengan hanya berfokus pada pelaku usaha tertentu, seperti pelaku usaha besar atau korporasi.

Inklusi keuangan memberikan kesempatan semua pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam perekonomian.

"Itu lebih baik dibandingkan jika kita hanya memberikan kepada segelintir pengusaha untuk menjadi motor penggerak ekonomi. Maka penting untuk kita menggerakkan ataupun mencapai kesejahteraan ekonomi bersama dengan melibatkan banyak pelaku usaha melalui Inklusi keuangan," tegas Melani.

Baca juga : Musim Banjir, Prof. Tjandra Ingatkan Pentingnya Antisipasi Penyakit Menular

Dia pun mengajak konstituennya untuk mendukung Visi BRI yang sejalan dengan visi pemerintah yang mencanangkan tingkat inklusi keuangan mencapai 90 persen pada 2024.

Merujuk data survei tiga tahunan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), inklusi keuangan pada tahun 2019 baru mencapai 76,19 persen, atau meningkat dari 67,8 persen pada 2016.

Dalam mewujudkan peningkatan inklusi keuangan harus pula diiringi dengan peningkatan literasi keuangan. Di mana, menurut data OJK literasi keuangan baru mencapai 38,03 persen pada 2019, meningkat dari 29,7 persen pada 2016.

Dia pun berharap, sosialisasi ini mampu membuka wawasan para konstituennya tentang betapa pentingnya inklusi keuangan dan literasi perbankan bagi kepentingan pemerataan pemahaman perbankan bagi masyarakat, dan akhirnya akan berkontribusi kepada kemajuan ekonomi nasional.

Baca juga : Kembangkan Pasar Modal, OJK Tekankan Pentingnya Perlindungan Investor

"Saya juga terus mendorong agar BRI khususnya dan BUMN pada umumnya untuk terus berkembang dan maju, sehingga perannya dalam memberdayakan masyarakat melalui perbankan nasional benar-benar maksimal, sehingga jika masyarakat berdaya dan kuat maka perekonomian Indonesia semakin baik di masa depan. Terima kasih," tandas Melani.

"Ayo terus dorong inklusi dan literasi keuangan. Semoga BRI Semakin dekat dengan Masyarakat, maju terus BRI, Maju terus BUMN, Maju terus UMKM," seru Melani diiringi tepuk tangan hadirin.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense