BREAKING NEWS
 

Peningkatan Layanan Penanggulangan Kanker Butuh Dukungan Seluruh Pihak

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Rabu, 8 Februari 2023 21:03 WIB
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat saat membuka diskusi daring bertema Ketangguhan Bangsa dalam Upaya Preventif Risiko Kanker Di Indonesia yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (8/2). (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Staff Kemenkes Australian Capital Territory, Inez Nimpuno mengungkapkan sebagai diaspora dia optimistis dan bangga dengan rencana dan upaya yang sedang dilaksanakan terkait pencegahan dan peningkatan pelayanan penderita kanker.

"Sebagai pasien berbagai upaya dan rencana pemerintah itu sangat melegakan saya," ujar Inez.

Namun, tambah dia, yang terlihat di lapangan terjadi fragmentasi pelayanan kesehatan sehingga layanan kanker menjadi rumit.

Baca juga : Penerapan ERP Masih Panjang, Pemprov DKI Lakukan Kajian Dan Tampung Masukan Warga

Menurut Inez, banyak sekali terobosan dalam layanan kanker di Indonesia. Namun, dengan proses layanan yang cukup rumit sangat membutuhkan pemahaman dari pasien kanker dalam menjalani pengobatan. Apalagi, ujarnya, kanker adalah penyakit yang banyak menyimpan ketidakpastian.

Anggota Komisi IX DPR RI, Hj. Hasnah Syams berpendapat pelayanan kesehatan adalah hal yang sangat dibutuhkan masyarakat. Karena kanker adalah penyebab kematian ke-4 di Indonesia.

Upaya pencegahan, menurut Hasnah, bisa dilakukan lewat pendidikan kesehatan, deteksi dini dan pengobatan. Penanggulangan kanker, tambah dia, harus melibatkan semua pihak dengan mengedepankan deteksi dini untuk meningkatkan harapan hidup pasien.

Baca juga : IDAI-PERKI Tandatangani MoU Tingkatkan Layanan Jantung Anak

Selain itu, upaya promotif juga harus didukung anggaran yang memadai. Ujung tombak upaya pencegahan kanker, menurut Hasnah, adalah Puskesmas dan posyandu di daerah, sehingga diperlukan dukungan peningkatan kapasitas SDM dalam pelaksanaannya.

Ketua Umum CISC, Aryanthi Baramuli Putri berpendapat masyarakat sangat buta terhadap upaya deteksi dini. Hal itu dibuktikan dengan 70 persen pasien kanker baru datang ke rumah sakit pada stadium tinggi.

Aryanthi mendorong adanya payung hukum setingkat Inpres atau Keppres, agar penanggulangan kanker dalam bentuk deteksi dini dan pengobatan kanker dapat dilakukan dengan baik secara menyeluruh di tanah air.

Baca juga : Pesan Menag Di Rakernas: Jangan Korupsi Dan Cegah Politisasi Agama

Menurut Aryanthi, rencana peningkatan layanan kanker dari pemerintah harus juga mendapatkan dukungan dari masyarakat. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense