Sebelumnya
“Dari situ kita harap bisa mendapat titik pasti di mana Kapten Philip ini berada, sehingga langkah selanjutnya bisa segera kita laksanakan,” jelasnya.
Fakhiri menegaskan, jika langkah negosiasi untuk membebaskan Kapten Philip gagal, aparat keamanan akan mengambil langkah penegakan hukum. Saat ini, pihaknya sedang menunggu tim negosiasi bekerja.
“Tapi mengedepankan hak asasi manusia dan yang utama adalah keselamatan pilot,” tandasnya.
Baca juga : TNI Sudah Bersiap Lakukan Operasi Pembebasan
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Muhammad Saleh Mustafa menambahkan, upaya penyelamatan Pilot Susi Air Kapten Philip saat ini masih mengedepankan dialog yang dilakukan oleh tokoh agama, tokoh masyarakat dan Pemerintah Daerah (Pemda) Nduga.
“Apabila tetap tidak membuahkan hasil, aparat akan melakukan upaya penegakan hukum,” tegas Saleh dalam keterangannya, kemarin.
Namun, Saleh mengaku tidak bisa memutuskan batas waktu dialog, karena ini hal yang harus dirahasiakan.
Baca juga : Kajol Dukung Ganjar Beri Bantuan Gerobak Usaha Untuk Ojol
“Tapi, apabila tiba waktunya, maka TNI-Polri akan melakukan tindakan penegakan hukum secara terukur, terpilih serta terarah,” tegasnya.
Saleh memastikan tim gabungan TNI-Polri telah menyiapkan anggota terbaiknya untuk melakukan tindakan penegakan hukum itu.
“Kita sudah bekali dan sudah diberikan arahan tentang hal-hal yang harus dilakukan dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan, antara lain penegakan HAM,” kata dia.
Baca juga : DPR: Lakukan Dong Penegakan Hukum
Seperti diketahui, KKB menyandera Kapten Philip usai pesawat milik maskapai Susi Air dibakar di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada Selasa (7/2). ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.