BREAKING NEWS
 

Berkunjung ke Namibia

Putu Rudana Inisiasi Pembentukan Forum Indonesia-Africa Parliamentary Partnership

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Senin, 10 Juni 2024 15:17 WIB
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR Putu Supadma Rudana (kiri) bersama Ketua National Assembly Namibia, Prof Peter Katjavivi. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR Putu Supadma Rudana menginisiasi adanya pembentukan forum Indonesia-Africa Parliamentary Partnership untuk mempererat hubungan antara parlemen Indonesia dan Afrika, guna membuka peluang kerja sama di berbagai bidang antara Indonesia dengan seluruh negara Afrika. Hal ini disampaikan Putu Rudana ketika melakukan pertemuan dengan Parlemen Namibia (National Assembly dan National Council) saat melaksanakan kunjungan kerja ke Namibia, Afrika, 2-8 Juni 2024.

"Melihat akselerasi diplomasi antar parlemen hingga saat ini, melalui BKSAP DPR, inisiasi pembentukan forum Indonesia-Africa Parliamentary Partnership bisa kita bangun seperti forum parlemen Indonesia-Pasifik (IPPP). Tujuannya, tentu untuk memperkuat hubungan secara khusus di bidang politik, dan membuka peluang kerja sama di berbagai bidang lainnya seperti perdagangan, Investasi, pariwisata, pendidikan, kebudayaan, serta peningkatan capacity building," ucap Putu, dalam keterangannya, Senin (10/6/2024).

Delegasi BKSAP diterima secara resmi oleh Ketua National Assembly Namibia Prof Peter Katjavivi, Maximillian Katjimune, serta Edson Isaack yang merupakan anggota dari Indonesia-Namibia Friendship Group. Dalam pertemuan tersebut, Putu didampingi Duta Besar RI untuk Namibia, Wisnu Edi Pratignyo.

Baca juga : Menhub Percepat Pembenahan STIP, Putus Mata Rantai Kekerasan

Sebagai Ketua Delegasi BKSAP DPR, Putu menegaskan, melalui kunjungan ini, BKSAP sebagai vocal point/penjuru diplomasi parlemen Indonesia memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan antarbangsa, juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara, dan menjadi landasan bagi hubungan yang lebih baik di masa depan.

“Di tahun 1955 ada Konferensi Asia-Afrika. Jadi, semangatnya jelas. Parlemen tentu turut dalam mengimplementasikan semangat tersebut melalui forum Indonesia-Africa Parliamentary Partnership. Mudah-mudahan tahun ini bisa kita inisiasi, dan paling tidak pada periode (DPR) ke depan 2024-2029 inisiatif ini bisa kita wujudkan," ucap legislator asal Bali ini.

Adsense

Forum ini, lanjutnya, akan memberikan kesempatan untuk memperkuat hubungan kerja sama yang telah dibangun Indonesia selama bertahun-tahun dengan negara-negara Afrika. "Khususnya yang memiliki ikatan sejarah erat dengan Indonesia melalui Konferensi Asia-Afrika dan Gerakan Non-Blok," ucapnya.

Baca juga : Indonesia Perkuat Komitmen Konstitusional Partisipasi Aktif Dalam Tatanan Dunia

Putu berharap, kunjungan ini akan membuka peluang kerja sama baru yang lebih luas dan mendalam antara DPR dan National Assembly Namibia yang dimulai dan dijembatani BKSAP.

"Kami berkomitmen untuk terus menjalin kolaborasi erat, memanfaatkan setiap peluang demi kesejahteraan masyarakat kedua negara," imbuhnya.

Beberapa poin yang berhasil disepakati dalam pertemuan itu antara lain meningkatkan saling kunjung antar parlemen; peningkatan kerja sama capacity building, khususnya yang berhubungan dengan kesekretariatan parlemen; saling mendukung dalam pencalonan di forum-forum internasional; pembentukan dan peningkatan grup kerja sama bilateral parlemen Indonesia dan Namibia; serta mendorong kerja sama berbagai bidang.

Baca juga : Duta Besar Ukraina Untuk Indonesia Gelar Kuliah Umum Di President University

"Menurut saya, forum Indonesia-Africa di Bali pada 27-28 Agustus mendatang, harus menjadi momen percepatan kerja sama di segala bidang secara khusus kerja sama perdagangan dan investasi," ucapnya.

Kunjungan BKSAP DPR ke Namibia, merupakan kunjungan balasan. Sebelumnya, pada Desember 2023, Delegasi National Council Namibia dipimpin Lukas Muha telah melakukan kunjungan kerja dalam rangka benchmarking study dan telah diterima dengan sangat baik oleh Parlemen Indonesia.

Kunjungan ke Namibia ini juga merupakan kunjungan yang bersejarah dari parlemen Indonesia, karena secara resmi baru pertama kali ke negara tersebut. Sedangkan, hubungan diplomatik Indonesia dengan Namibia telah terjalin sejak 13 Mei tahun 1991. Indonesia berkomitmen dan mendukung penuh kemerdekaan Namibia sejak tahun 1990. Presiden Soeharto merupakan Presiden Indonesia pertama yang melakukan kunjungan resmi ke Namibia pada 1997.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense