RM.id Rakyat Merdeka - Ketua MPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi dirilisnya film bergenre horor 'Jurnal Risa'. Film ini diangkat dari salah satu akun YouTube Jurnal Risa yang digarap konten kreator Risa Saraswati. Risa dikenal sebagai YouTuber yang gemar mengeksploitasi hal-hal berbau mistis atau horor.
"Kisah yang diangkat dalam film 'Jurnal Risa' merupakan salah satu kejadian mistis yang pernah dialami oleh tim Jurnal Risa. Bercerita tentang fenomena dan pencarian dokumentasi horor oleh tim Jurnal Risa yang dikenal dengan kemampuannya berinteraksi dengan dunia supranatural," ujar Bamsoet, usai menghadiri gala premier film 'Jurnal Risa', di Jakarta, Kamis malam (4/7/2024).
Baca juga : Bamsoet Dorong Optimalisasi Perdagangan Karbon Indonesia
Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, film horor merupakan salah satu genre yang banyak diminati masyarakat Indonesia. Film horor di Indonesia mampu mengalahkan film-film genre lainnya. Tingginya minat menonton film horor, karena kisah yang diangkat identik dengan tema-tema cerita dan keyakinan lokal yang tumbuh di masyarakat Indonesia.
"Salah satu faktor film horor banyak diminati penonton Indonesia karena Indonesia kaya dengan mitos, legenda, dan cerita seram yang menjadi bagian dari budaya dan tradisi masyarakat. Film horor yang memadukan elemen-elemen tersebut seringkali berhasil menarik perhatian penonton karena mampu menciptakan kengerian yang bersumber dari budaya sendiri," kata Bamsoet.
Baca juga : Hadiri Hari Bhayangkara ke-78, Bamsoet Apresiasi Peningkatan Kinerja Polri
Ketua Dewan Pembina Depinas SOKSI ini memaparkan, industri film Indonesia telah mengalami perkembangan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Data Badan Perfilman Indonesia (BPI) mencatat, di tahun 2019 industri film Indonesia mampu menyedot 51,2 juta penonton bioskop. Namun, angka tersebut merosot tajam akibat pandemi Covid-19.
"Di tahun 2021, jumlah penonton film merosot hingga berkisar 4,5 juta penonton saat pandemi Covid-19. Usai pandemi, jumlah penonton kembali beranjak meningkat dengan 24 juta penonton pada tahun 2022. Kemudian kembali naik di tahun 2023 hingga mencapai 55 juta penonton bioskop," papar Bamsoet.
Baca juga : Jadi Dewan Pembina ABUJAPI, Bamsoet Dorong Peningkatan Profesionalisme Satpam
Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, banyak faktor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan industri film Tanah Air. Di antaranya, peningkatan kualitas produksi, semakin banyaknya bakat lokal yang berkembang, dan juga dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait.
"Selain itu, perkembangan teknologi turut memainkan peran penting dalam industri film Indonesia. Semakin berkembangnya teknologi produksi film, termasuk efek khusus dan CGI, membuka peluang bagi sineas Indonesia untuk menghasilkan karya-karya yang lebih berkualitas secara visual," pungkas Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.