BREAKING NEWS
 

Bertemu Gus Yahya, Bamsoet Tegaskan Dukungan Bagi Kemerdekaan Palestina

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Minggu, 28 Juli 2024 17:47 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kanan) menerima Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, di Jakarta, Minggu (28/7/2024). (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) bersama Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf akan menerima kunjungan Penasihat Presiden Otoritas Palestina untuk Urusan Agama sekaligus Hakim Syariah Tertinggi di Otoritas Palestina, Mahmoud Al-Habbash, di MPR, Jumat (9/8/2024). Kunjungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan hubungan baik Indonesia-Palestina, sekaligus bisa berdiskusi lebih dalam tentang kondisi terkini di Palestina, serta langkah-langkah apa yang perlu dilakukan agar perang dan kekerasan di Jalur Gaza segera diakhiri demi kemanusiaan.

Bamsoet menyatakan, Indonesia senantiasa berada di garis terdepan dalam mendukung Palestina agar bisa merdeka seutuhnya. Hal ini tercermin dalam Spirit Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955 (KAA 1955) yang diprakarsai Presiden RI Soekarno.

“Bahkan Presiden Soekarno menegaskan dalam salah satu pidatonya di tahun 1962, bahwa selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menentang penjajahan Israel," ujar Bamsoet, usai menerima Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, di Jakarta, Minggu (28/7/2024).

Baca juga : Di Pertemuan Menlu, Retno Blak-blakan Ogah ASEAN Dijadikan Boneka Kekuatan Besar

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, kemerdekaan Palestina juga menjadi 'pekerjaan rumah' yang harus diselesaikan negara-negara peserta KAA 1955. Sebab, dari berbagai negara peserta yang hadir, hanya Palestina yang hingga kini belum menikmati kemerdekaan yang utuh.

Adsense

Spirit KAA 1955 untuk mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina tersebut sudah dilanjutkan MPR melalui pembentukan World Consultative Assembly Forum yang digagas MPR dengan melibatkan Majelis Permusyawaratan Rakyat, Majelis Syuro, atau Nama Sejenis Lainnya dari berbagai parlemen negara dunia.

Bamsoet menerangkan, pembentukan World Consultative Assembly Forum dilakukan di Bandung pada Oktober 2022. Acara dihadiri 15 negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta dua lembaga internasional dari PUIC (Parliamentary Union of the OIC Members States) dan Muslim World League.

Baca juga : Isu Publik di Medsos Dukung Penyusunan Strategi Komunikasi

“World Consultative Assembly Forum menghasilkan tujuh pernyataan dalam Deklarasi Bandung. Salah satunya menyatakan bahwa masalah Palestina tetap menjadi isu sentral hingga tercapainya kemerdekaan dan hak penentuan nasib sendiri untuk rakyat Palestina serta berdirinya negara Palestina merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya sesuai kerangka hukum internasional," jelas Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Depinas SOKSI ini menerangkan, upaya mewujudkan kedamaian di Palestina semakin mendapatkan pengakuan internasional. Pada Jumat (19/7/2024), Mahkamah Internasional atau International Court of Justice (ICJ) menyampaikan advisory opinion (fatwa hukum) bahwa keberadaan Israel yang terus-menerus di wilayah Palestina adalah ilegal dan melanggar hukum internasional. Putusan bersejarah ini bisa menjadi momentum bagi kemerdekaan dan perdamaian di Palestina.

"Selain menggalang dukungan internasional untuk Palestina, Indonesia juga telah mengirimkan lebih dari 4.500 ton bantuan kemanusiaan. Indonesia juga berkomitmen menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina sebesar 500.000 dolar AS melalui International Labour Organization/ILO. Selain dari pemerintah, bantuan dan solidaritas kemanusiaan dari berbagai kelompok masyarakat di Indonesia juga sangat besar, menunjukan bahwa Indonesia senantiasa bersama Palestina," pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense