Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Trump Ditembak Saat Kampanye, Bagaimana Dampaknya Ke Pasar Kripto?
Selasa, 16 Juli 2024 19:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Capres dari Partai Republik, Donald Trump menjadi korban penembakan saat kampanye di Pennsylvania, Amerika Serikat. Peristiwa ini menyebabkan volatilitas di pasar kripto pada akhir pekan.
Penembakan terjadi pada Sabtu (13/7/2024). Selama masa kepresidenannya yang pertama, Trump dikenal sebagai kritikus vokal terhadap Bitcoin dan industri kripto secara keseluruhan. Tidak mengherankan, penembakan ini berpotensi berdampak pada pasar kripto.
Di lain sisi, beberapa tokoh seperti CEO Tesla Elon Musk dan Founder Tron Justin Sun justru secara resmi mendukung Trump dalam pencalonannya kembali sebagai Presiden AS. Dukungan ini datang pasca upaya pembunuhan terhadap Trump tersebut.
Dukungan dari keduanya terhadap Trump menambah warna baru pada dinamika pasar kripto, dan menjadi harapan bagi kebijakan yang lebih ramah terhadap kripto jika Trump terpilih kembali. Terlihat dari harga Bitcoin yang sebelumnya berada di harga 58,300 dolar AS menjadi 63,015 dolar AS.
Baca juga : Ditembak Saat Kampanye, Donald Trump Jalani CT Scan
Sebelumnya, hasil keputusan CPI Amerika juga cukup memberikan dampak terhadap pasar kripto. Inflasi di AS pada bulan Juni, yang diukur dengan perubahan CPI, menurun menjadi 3 persen year-on-year (YoY) sesuai data di U.S. Bureau of Labor Statistics.
Angka ini mengejutkan pasar karena lebih rendah dari ekspektasi mereka sebesar 3,1 persen. Turunnya angka ini juga merupakan penurunan dari 3,3 persen yang tercatat pada bulan Mei, menunjukkan penurunan sebesar 0,1 persen dari bulan sebelumnya.
CEO Indodax, Oscar Darmawan mengatakan, data CPI merupakan salah satu indikator ekonomi yang sangat diperhatikan oleh para pelaku pasar, termasuk investor kripto. Perubahan tingkat inflasi yang diukur melalui CPI dapat mempengaruhi kebijakan moneter Federal Reserve, yang pada akhirnya berdampak pada pergerakan harga aset kripto.
“Koreksi yang terjadi di pasar kripto saat data CPI dirilis merupakan reaksi yang wajar mengingat ketidakpastian yang ada," ujarnya.
Baca juga : Jokowi Terkejut Donald Trump Ditembak Saat Kampanye
Sementara terkait kondisi pasar kripto pasca insiden penembakan Trump, Oscar mengatakan, perlu memahami bahwa pasar kripto sering kali bereaksi terhadap berita-berita besar yang berpotensi memiliki dampak terhadap stabilitas geopolitik dan ekonomi global.
“Pada saat ini, saya melihat insiden tersebut berpotensi menciptakan ketidakpastian yang cukup tinggi di pasar keuangan, termasuk pasar kripto. Reaksi pasar dapat bersifat volatil dalam jangka pendek karena para investor cenderung mencari keamanan dalam situasi yang tidak menentu.” tambah Oscar.
Oscar menambahkan, saat ini pasar cenderung tetap positif dalam jangka pendek, BTC naik dari 58,300 dolar AS menjadi 63,015 dolar AS dalam beberapa jam setelah peristiwa tersebut, menunjukkan volatilitas yang signifikan sekaligus menepis ketidakpastian dan kekhawatiran terhadap potensi negatif tersebut.
Pada level ini, kata dia, Bitcoin dan aset kripto lainnya seringkali menunjukkan ketahanan dan pemulihan yang cepat setelah periode volatilitas. Indodax akan terus memantau perkembangan dan memberikan informasi terkini kepada para investor.
Baca juga : Ditembak Saat Kampanye, Trump: Saya Merasakan Peluru Merobek Kulit
"Sebagai CEO Indodax, saya selalu menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pasar kripto. Dalam situasi seperti ini, informasi yang akurat dan keputusan yang didasarkan pada data adalah kunci untuk mengelola portofolio investasi dengan baik. Investor harus waspada terhadap berita yang ada dan tetap fokus pada fundamental aset yang mereka miliki," ujarnya.
Menurut dia, Indodax terus berupaya untuk memberikan edukasi dan informasi yang relevan kepada para pengguna. Indodax percaya bahwa transparansi dan pemahaman yang baik mengenai pasar dapat membantu investor membuat keputusan yang lebih bijak. Kejadian di AS ini mengingatkan kita bahwa pasar kripto, meskipun menawarkan peluang besar, juga memiliki risiko yang perlu dikelola dengan hati-hati.
Oscar mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan ekosistem kripto di Indonesia dengan menyediakan platform yang aman dan terpercaya. “Kami juga akan terus memperkuat edukasi kepada masyarakat tentang manfaat dan risiko investasi kripto, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang lebih informasional dan bijak,” katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya